Meulaboh (ANTARA Aceh) - Kondisi harga ikan basah di pasar Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, masih stabil meski cuaca ekstrim sedang melanda sebagian wilayah Aceh.
Sudir, salah seorang penjual ikan basah yang ditemui di lokasi TPI, Jum'at, siang mengatakan, kondisi harga ikan basah tidak bergerak naik karena permintaan masyarakat dalam dua hari ini mendadak sepi.
"Sampai hari ini harga ikan masih seperti dua hari lalu, nggak ada yang mahal. Kalaupun bisa naik apabila jumlah tangkapan nelayan menurun," katanya dalam bahasa ibu (Aceh) saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, kondisi lesunya daya beli masyarakat terhadap ikan basah ini karena masyarakat kota khususnya sedang berada dalam libur panjang, sehingga aktivitas berbelanjaan masyarakat di pasar itu semakin kecil.
Para pedagang memperkirakan puncak permintaan pembelian ikan oleh masyarakat mungkin terjadi pada Minggu (8/5), dimana masyarakat berdomisili di wilayah kota sudah kembali dan beraktivitas untuk persiapan kebutuhan rumah tangga.
"Bakat dilaut raya (ombak di tengah laut tinggi), tapi nelayankan sedang di laut belum kembali, nanti setibanya mereka ke darat baru kita bisa tahu apakah harga ikan bisa mahal, atau malah mereka banjir tangkapan, bisa jadi murah," sebut dia.
Sudir menjelaskan, apabila harga ikan naik biasanya jumlah pasokan ikan kecil dan permintaan tinggi, namun apabila terjadi banjir ikan artinya nelayan mendapat hasil tangkapan banyak, maka harga ikan pasti turun.
Di saat demikian akan ada pengusaha lokal yang menampung dan mengekspor ikan ke pasar Medan Sumatera Utara, ataupun ada sebagian diantara pada pedagang menjualnya dalam bentuk borongan untuk diolah menjadi ikan asin jemuran.
Sementara itu Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Meulaboh-Nagan Raya menginggatkan kepada seluruh masyarakat nelayan mewaspadai potensi gelombang di perairan laut Aceh capai 3 meter.
Kondisi ketinggian gelombang bisa berubah dan terjadi sewaktu-waktu, namun untuk di kawasan perairan laut lepas ditengah laut dipastikan ketinggian ombak lebih dari yang diperkirakan tersebut.
"Kita mengimbau masyarakat nelayan waspada terhadap potensi gelombang di perairan lepas mungkin bisa lebih tinggi daripada di pantai barat dan selatan yang mencapai 3 meter,"sebut Prakirawan BMKG Saiful Amri.
Dua hari terakhir masyarakat pesisir barat dan selatan Aceh sudah mulai merasakan dampak dari pergantian musim atau perubahan arah anggin seperti yang diprakirakan BMKG, dimana ruas jalan dan pemukiman sudah digenangi banjir air laut (banjir rob).
Kondisi tersebut sedang dialami oleh masyarakat Desa Pasir dan Suak Indra Puri karena pemukiman mereka cukup dekat dengan laut dan tidak ada tanggul pengaman yang maksimal menahan hempasan gelombang agar tidak sampai ke pemukiman.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.