Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kota Banda Aceh menerapkan aplikasi open data guna menyajikan data kepada masyarakat di ibu kota Provisi Aceh tersebut.

"Kami berkomitmen menyajikan data kepada masyarakat melalui aplikasi open data. Dengan aplikasi open data ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan meningkat," kata Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal di Banda Aceh, Kamis.

Wali Kota menyatakan saat ini sudah ada 11 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang telah menerapkan dan menyajikan data melalui aplikasi open data dan bisa diakses masyarakat.

Dan pada tahun 2017, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal memastikan semua SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh akan menyajikan datanya ke publik melalui aplikasi open data.

"Tahun ini sudah ada 11 SKPD yang telah menyajikan data di aplikasi open data. Dan tahun depan, semua SKPD akan menyajikan data di aplikasi tersebut serta bisa diakses masyarakat," kata dia.

Hj Illiza Saaduddin Djamal menjelaskan, kenapa pemerintah kota berkomitmen menyajikan data ke publik. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

"Semua kami lakukan dalam rangka mendapatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah. Namun, target lainnya adalah untuk mendorong masyarakat lebih berpartisipasi dalam pembangunan," ungkap Wali Kota.

Sementara itu, Koordinator LSM Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh Askhalani mengatakan, dengan terbukanya data ke publik tentu akan semakin mendorong masyarakat lebih kreatif dan inovatif.

"Data yang didapatkan publik langsung bisa diolah untuk kemudian lahir sejumlah inovasi oleh warga. Kami juga telah mengakses semua informasi yang disampaikan melalui aplikasi open data tersebut," kata dia.

Seperti data hadirnya bus Transkutaraja, kata dia, pihaknya mempelajari data tersebut mulai dari jumlah halte, kenyamanan penumpang, ramah lingkungan, efisiensi waktu hingga keuntungan lainnya.

"Dari data bus Transkutaraja ini, kami melahirkan sebuah produk berupa aplikasi, Dalam waktu dekat ini, kami akan menyerahkan aplikasi terkait Transkutaraja kepada Pemerintah Kota Banda Aceh," kata Askhalani.



Pewarta: M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026