Oleh sebab itu, kata Ahmadriswan, ada dua pilihan yang dapat dilakukan oleh Pemprov Aceh untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi paling barat Indonesia itu.

Seperti, lanjut dia, pemerintah bisa tetap berupaya mempertahankan sektor-sektor yang menjadi penyumbang tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi seperti pertanian, perdagangan dan konstruksi.

“Dan juga mendorong sektor lain yang masih pertumbuhan negatif, seperti sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri,” ujarnya.

Apalagi sektor industri, menurut dia, sangat penting untuk dioptimalkan dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi, karena akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan pendapatan.

“Industri ini juga terkait dengan penyerapan tenaga kerja, dan dengan terserap tenaga kerja maka mendorong peningkatan pendapatan dan peningkatan pendapatan itu juga mendorong peningkatan konsumsi, jadi ada multiplier effect,” ujarnya.

Untuk kondisi Aceh saat ini, dia menambahkan, distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh masih didominasi oleh sektor primer yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 30,29 persen.

Selanjutnya, sektor lapangan usaha perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor 14,83 persen, administrasi pemerintah pertahanan dan jaminan sosial wajib 9,30 persen, konstruksi 8,61 persen dan pertambangan dan penggalian 7,67 persen.


 
Baca juga: Pj Gubernur berharap Bank Aceh tetap jadi lokomotif ekonomi

Pewarta: Khalis Surry
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026