Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia mendesak DPR Aceh mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018.

Desakan disampaikan massa mahasiswa dalam unjuk rasa di Gedung DPR Aceh di Banda Aceh, Kamis, aAksi diikuti 20 orang mahasiswa mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Dalam aksi tersebut massa mahasiswa mengusung spanduk bertuliskan "APBA untuk Siapa dan Milik Siapa" serta poster bertuliskan APBA Telat Rakyat Melarat", APBA Bukan untuk Golongan Elit", APBA Milik Rakyat Aceh", dan lainnya.

Selain itu, massa mahasiswa juga menggelar teaterikal dengan menampilkan sejumlah tidur di teras Gedung DPRA sebagai bentuk perilaku anggota dewan yang lebih banyak tidur ketimbang bekerja untuk rakyat.

Ridho Rinaldi, koordinator unjuk rasa, menyatakan, pengesahan APBA 2018 yang terlambat menjadi catatan buruk. keterlambatan ini menunjukkan ketidakmampuan eksekutif dan legislatif dalam membahas dan mengesahkan APBA 2018 tepat waktu.

"Jika melihat ke belakang, pengesahan APBA tidak pernah tepat waktu setiap tahunnya. Tahun ini, keterlambatan pengesahan kembali diwariskan. Buktinya, hingga kini APBA 2018 belum disahkan," ketus Ridho Rinaldi.

Anggota DPR Aceh Nur Zahri yang menerima pengunjuk rasa menyatakan keterlambatan pengesahan APBA 2018 karena eksekutif hingga kini belum menyerahkan dokumen kebijakan umum anggaran.

"Hingga kini DPR Aceh belum menerima dokumen kebijakan umum anggaran. Dokumen tersebut merupakan pedoman pembahasan rancangan APBA 2018," kata Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh tersebut.

Nur Zahri menyatakan, jika dokumen kebijakan umum anggaran tersebut tidak diserahkan, maka pengesahan dan pelaksanaan APBA 2018 terancam berdasarkan peraturan gubernur.

"Jika pelaksanaan APBA berdasarkan peraturan gubernur, maka yang rugi adalah masyarakat Aceh. Bahkan anggaran terancam dipotong. Bila Gubernur Aceh sekarang ini menyerahkan dokumennya, maka kami akan langsung bahas, sehingga APBA 2018 bisa disahkan dan dilaksanakan," kata Nur Zahri.

Usai mendengarkan penjelasan politisi Partai Aceh tersebut, massa mahasiswa membubarkan dan meninggalkan Gedung DPR Aceh. Selanjutnya, massa bergerak menuju Kantor Gubernur Aceh menggelar aksi serupa.



Pewarta: M. Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026