Warga bersama Satpol PP Aceh Tengah menggrebek sebuah cafe di kawasan Jalan Lintang Takengon yang diduga kerap dijadikan sebagai tempat hiburan malam.

Puluhan warga mendatangi tempat yang dikenal bernama Rose Cafe tersebut pada Sabtu malam.

Kasatpol PP Aceh Tengah Syahrial mengatakan dari tempat itu pihaknya menyita sejumlah botol minuman keras berbagai merk yang ditemukan warga di dalam cafe tersebut.

Baca juga: Diduga dibunuh, Polisi uji cairan lambung jenazah Hakim PN Medan asal Aceh

"Botol minuman kita sita karena itu sudah jelas melanggar syariat," kata Syahrial di lokasi penggrebekan, Minggu dini hari.

Menurutnya penggrebekan tersebut merupakan aksi warga yang resah dengan aktifitas cafe tertutup itu.

"Kalau kita Satpol PP disini hanya mengamankan, jangan nanti warga sampai bentrok," tutur Syahrial.

Baca juga: Isteri hakim PN Medan akui kediamannya pernah diteror OTK

Namun warga menduga informasi akan dilakukan penggrebekan telah bocor sehingga pada malam itu mereka tidak menemukan satu orang pun berada di dalam cafe tersebut.

Warga hanya menemukan sejumlah botol minuman keras berbagai merk di dalam cafe yang kemudian disita oleh petugas Satpol PP.

"Ada satu senjata pistol air sofgun yang ditemukan, itu nanti akan kita serahkan ke pihak kepolisian," kata Syahrial.

Baca juga: Kapolda Sumut menduga Hakim PN Medan dibunuh "orang dekat"
 

Pewarta: Kurnia Muhadi

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2019