Pemerintah Aceh melalui Badan Penangulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan dua unit rumah semi permanen, salah satunya ludes terbakar, akibat amukan si "jago merah" pada dua kabupaten berbeda di provinsi paling barat Indonesia, Sabtu (1/2).

"Ada dua rumah menjadi korban kebakaran, yakni di Aceh Tamiang dan Aceh Jaya. Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini," kata Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi di Banda Aceh, Ahad.

Ia menerangkan, peristiwa kebakaran rumah di Aceh Tamiang tepatnya terjadi di Dusun Syeh Hasan, Kampung (Desa) Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, yang menghabiskan setengah bangunan terbuat dari bahan kayu.

Akibatnya, satu kepala keluarga dengan total empat jiwa yang tinggal di rumah milik Basyaruddin itu, terpaksa tidur pada tenda pengungsian didirikan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"BPBD Aceh Tamiang melalui tim pemadam di Pos 3 Opak mendapat informasi kebakaran, langsung mengerahkan satu unit armada untuk melakukan upaya pemadaman. Total kerugian, kita perkirakan sekitar Rp100 juta lebih," kata dia.

Sedangkan peristiwa kebakaran di Aceh Jaya, tuturnya, terjadi di rumah milik Tgk. Ansari yang terletak di Gampong (Desa) Pante Cermen, Kecamatan Jaya.

"Satu unit kasur di dalam kamar ikut terbakar. Api saat ini sudah dipadamkan oleh warga setempat," katanya.

Meski demikian, petugas dari BPBD Aceh Jaya sempat mengerahkan satu unit pemadam dari Pos Lambo demi mencegah api melebar ke kawasan pemukiman dengan dibantu oleh masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah, warga membantu pemadam. Hingga kini musibah kebakaran di Dusun Syeh Hasan, Kampung Mesjid Sungai Iyu maupun Gampong Pante Cermen masih dalam pendataan pihak berwajib," kata Sunawardi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Aceh Besar telah mengimbau agar masyarakat setempat mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran baik pemukiman, hutan, dan lahan di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

"Kita imbau warga di Aceh jangan membakar hutan dan lahan, karena berpotensi api cepat membesar," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Stasiun Meteorologi Aceh Besar, Zakaria Ahmad.

Ia menjelaskan, kebakaran berpotensi cepat membesar akibat hembusan angin yang pekan ini diperkirakan sekitar lima hingga 35 knot atau sembilan kilometer lebih sampai mencapai 65 kilometer per jam.*

Pewarta: Muhammad Said

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020