Banda Aceh, 2/6 (Antara) - Gabungan Pecinta Batu Alam Aceh (Gapba) menyebutkan tidak kurang dari 100 ton batu jenis Giok asal Kabupaten Nagan Raya provinsi itu telah dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia termasuk luar negeri seperti Jerman, Korea dan Meksiko.

"Kami tidak mau identitas batu Giok Aceh itu akan hilang. Karena itu kami berharap pemerintah bisa mengeluarkan aturan untuk membatasi eksploitasi batu giok tersebut," kata Ketua DPP Gapba Nasrul Sufi di Banda Aceh, Senin.

Artinya, dia menjelaskan Pemerintah Aceh serta kabupaten dan kota di provinsi ini bisa membuat qanun (Perda) tentang pembatasan eksploitasi batu giok agar tidak dilakukan dalam jumlah besar.

"Temuan batu jenis giok sebagai salah satu potensi alam Aceh itu agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengatasi pengangguran di Aceh. Jadi perlu pengaturan, misalnya dari batu giok itu bisa tumbuh banyaknya perajin di kampung-kampung," katanya menambahkan.

Selain itu, Gapba mengusulkan kedepan batu Giok asal Aceh itu tidak dibawa ke luar daerah ini dalam bentuk bungkahan besar, tapi minimal produk setengah jadi sehingga masyarakat lebih diuntungkan dan disejahterakan dari potensi alam daerahnya.

Pemerintah melalui Dinas Pertambangan dan Energi Aceh diminta juga ikut mengawasi para petualang luar negeri yang sering melakukan perjalanan ke hutan-hutan seperti kawasan Nagan Raya dan Aceh Tengah untuk mencari batu permata di daerah itu, kata Nasrul Sufi.

"Ada laporan para broker luar negeri, masuk ke kawasan tambang batu Giok dari Nagan Raya, kemudian keluar melalui Aceh Tenggara yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara," kata dia menambahkan.

Dipihak lain, Nasrul juga meminta aparat kepolisian dan instansi terkait lainnya agar melepaskan kembali batu Giok milik masyarakat yang ditahan, kecuali benda itu dalam bentuk bongkahan besar.

"Ya kalau ada batu Giok yang ditambang sendiri secara tradisional oleh masyarakat maka tidak perlu ditahan, kami mengusulkan untuk dilepaskan kembali. Kecuali batu Giok yang diekploitasi dalam jumlah besar dengan menggunakan alat berat (beko)," kata dia menambahkan.

Pewarta : Azhari

Pewarta:

Editor : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2014