Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi sektor pertambangan bara yang saat ini telah diajukan oleh PT Fortuna, yang berminat melakukan eksploitasi hasil bumi di daerahnya.
“Dukungan ini diambil sebagai upaya menindaklanjuti arahan pemerintah pusat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di daerah,” kata Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil kepada wartawan di Meulaboh, Kamis.
Hal ini ia sampaikan usai menerima pemaparan dari pihak investor, menjelaskan bahwa PT Fortuna telah mempresentasikan potensi pertambangan di lahan seluas kurang lebih 1.000 hektare (sekitar 950-an hektare).
Ada pun lokasi yang diusulkan berada di kawasan Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang letaknya berdekatan dengan tujuh wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah ada sebelumnya.
Baca juga: DPRK Aceh Barat minta pemkab sita truk angkut limbah hasil pembakaran batu bara tanpa izin
Said Fadheil mengatakan Pemkab Aceh Barat menekankan bahwa seluruh proses harus melalui tahapan teknis yang ketat.
"Kami akan melihat dari segi tata ruang, apakah sudah sesuai dengan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), dokumen lingkungan, dan regulasi lainnya. Sinergi ini harus terus kita laksanakan agar investasi berjalan sesuai aturan yang berlaku," katanya menambahkan.
Pemerintah daerah juga akan segera melakukan langkah-langkah teknis berikutnya, meliputi survei lapangan guna memastikan kondisi riil di lokasi yang diusulkan, melakukan pemetaan untuk melakukan overlay data koordinat (dalam bentuk file SHP) dengan peta tata ruang kabupaten, dan memastikan investasi tidak berbenturan dengan kawasan lindung atau pemukiman masyarakat.
Said Fadheil mengatakan meski pengajuan investasi kini dapat dilakukan secara mandiri melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA), koordinasi dengan pemerintah daerah tetap menjadi hal yang penting dan harus dilakukan.
"Siapa pun boleh berinvestasi, namun koordinasi dengan Pemkab Aceh Barat tetap harus dilakukan. Kami mengundang pihak perusahaan untuk presentasi agar data-data mereka bisa kita dampingi dan sesuaikan dengan kebijakan daerah," tambahnya.
Hingga saat ini, proses investasi tersebut masih berada di tahap hulu (pendahuluan). Belum ada angka pasti mengenai rencana jumlah produksi karena fokus utama saat ini adalah sinkronisasi lahan dan pemenuhan persyaratan administratif di tingkat daerah sebelum melangkah ke tahapan operasional, demikian Said Fadheil.
Baca juga: DLHK Aceh Barat minta pengangkutan limbah batu bara dihentikan sementara
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026