Pengusaha jasa travel-umrah di Tulungagung, Jawa Timur, menaikkan biaya paket umrah hingga kisaran Rp10 juta per kepala sebagai dampak kenaikan biaya akomodasi dan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah Arab Saudi selama pandemi COVID-19.

"Penerapan protokol kesehatan yang ketat menyebabkan harga paket ibadah umrah 'new normal' lebih mahal dibanding sebelumnya," kata Manajer Pemasaran PT Menara Kamilah Travel dan Umrah Tulungagung, Dzulhaq Reza Syahruniam di Tulungagung, Kamis.

Dijelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan biaya paket umroh lebih mahal dibanding sebelum pandemi. Pertama karena kapasitas kamar tidur hotel dan bus yang dibatasi, sebagaimana protokol COVID-19, yakni maksimal hanya 50 persen.

"Hotelnya pun hanya yang bintang lima saja yang diperbolehkan beroperasi oleh kerajaan Arab Saudi," ucap dia.

Akibatnya, satu kamar bisa digunakan untuk empat jamaah kini hanya dua saja. Sedangkan hotel yang biasanya menggunakan bintang tiga dan empat sekarang hanya bintang lima saja yang boleh beroperasi, ujarnya.

Pelaksanaan ibadah umrah normal baru ini juga tidak bisa maksimal. Setelah tiba di Arab Saudi, jamaah diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri di hotel selama tiga hari.

Jika jamaah mengambil paket umrah 10 hari, mereka hanya mempunyai waktu lima hari untuk bisa beribadah. Selebihnya waktu habis untuk perjalanan dan karantina mandiri di hotel.

Pelaksanaan ibadah umrah dengan normal baru ini diprediksi juga tidak bisa optimal. Sebab, setelah tiba di Arab Saudi, jamaah diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri di hotel selama tiga hari.

Sedangkan Jika jamaah mengambil paket umrah 10 hari, mereka hanya mempunyai waktu lima hari untuk bisa beribadah. Sisanya habis untuk perjalanan dan karantina mandiri di hotel.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020