Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur menyatakan puluhan hektare tanaman padi yang tersebar sejumlah tempat di kabupaten itu diserang ulat jenis grayak.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Muhammad Mahdi di Idi, Kamis, mengatakan ada 66 hektare tanaman diserang ulat.

"Kami terus memantau perkembangan serangan ulat ini, termasuk sudah menurunkan tim pengendali guna mencegah meningkatnya serangan hama tersebut," kata Muhammad Mahdi.

Muhammad Mahdi mengatakan areal persawahan yang terdata diserang hama ulat tersebut di antaranya tersebar di sejumlah gampong atau desa di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. 

Adapun tanaman padi di areal persawahan yang diserang ulat tersebut di antaranya berada di Desa Beuringin, Desa Teumpeun, Desa Mon Geudong, Desa Paya Seungat, Desa Paya Gajah, Desa Beusa Baroh, dan Kabu. 

"Sementara serangan hama ulat dengan jenis yang sama menyasar persemaian padi umur lima hingga 15 hari setelah semai (HSS) dengan luas mencapai 30 hektare di Desa Beusa Seubrang dan Tanjung Tualang, Kabupaten Peureulak Barat," kata Muhammad Mahdi.
 
Menurut Muhammad Mahdi, areal persawahan yang menjadi ancaman ulat grayak tersebut terus dipantau sejak akhir Februari 2021. Hasil pemantauan tersebut sudah dilaporkan ke instansi terkait lainnya di tingkat provinsi.

“Intensitas serangan berbeda-beda, baik ringan, sedang, berat. Sebagian sudah dilakukan pengendalian oleh tim, termasuk penyuluh pertanian,” kata Muhammad Mahdi.
 

Pewarta: Hayaturrahmah

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021