Plt Bupati Bener Meriah Dailami menyatakan tingkat kesejahteraan petani di daerahnya hingga saat ini belum mencapai taraf memuaskan.

"Saya berharap semua pihak dapat memberikan masukan-masukan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh petani kita," kata Dailami saat membuka kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) di Bener Meriah, Kamis.

Ia menjelaskan pihaknya terus berupaya mencari solusi terbaik guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi para petani.

Dailami mencontohkan seperti pada budidaya holtikultura, para petani di daerahnya disebut kerap merugi akibat harga yang selalu anjlok saat musim panen tiba.

Kondisi tersebut juga menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat untuk dapat mencari solusi terbaik.

"Budidaya holtikultura menjadi buah simalakama bagi pemerintah daerah akibat harga yang tidak menentu, para petani seakan-akan bertaruh antara akan mendapat hasil yang tinggi atau malah merugi," kata Dailami.

Dailami menyebut para petani hanya menginginkan harga jual yang stabil di setiap musim panen tiba.

Dia berharap para pihak terkait dapat memberikan saran dan masukan agar ke depannya pemerintah daerah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Saya berharap rapat ini benar-benar dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, sehingga akan dapat dijadikan sebagai dasar kebijakan Pemda Bener Meriah terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan seluruh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Bener Meriah," kata Dailami.

Selain itu Plt Bupati ini juga menyampaikan bahwa lahan garapan petani di daerahnya terus menyempit akibat adanya perubahan lahan menjadi pemukiman penduduk.

Sedangkan potensi lahan yang ada di daerah itu kata dia 67 persennya masih berstatus kawasan hutan sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia menyebutkan area penggunaan lain (APL) hanya 33 persen, selebihnya ada sekitar 67 persen adalah kawasan hutan. 

“Kondisi ini menyulitkan kami di Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan perluasan lahan perkebunan dan holtikultura," kata Dailami.

Pewarta: Kurnia Muhadi

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021