Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Harga berbagai jenis beras di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dalam sebulan terakhir masih bertahan Rp9.350 per kilogram, meskipun harga tersebut masih tergolong tinggi.

Para pedagang di Lhokseumawe, Minggu menyatakan, harga beras lokal masih tinggi, kendati beberapa kawasan pertanian di wilayah itu sedang memasuki masa panen.

Kondisi bertahannya harga beras tersebut sudah terjadi dalam kurun waktu sebulan lebih. Dimana, harga beras yang dianggap masih  bertahan tinggi adalah sebesar Rp140 ribu per karung (ukuran 15 kilogram) atau harga eceran antara Rp9.350 hingga Rp10.000 per kilogram.

Padahal menurut salah seorang pedagang, Heri, harga untuk jenis beras standar yang umumnya dikonsumsi masyarakat sebelumnya hanya berkisar Rp130 pibu per karung.

Di beberapa daerah penghasil beras sedang memasuki masa panen. Seharusnya, harga beras turun karena sudah ada panen.

Menurut informasi yang diperoleh pedagang, masih tingginya harga beras dipasaran, meski sedang memasuki musim panen, karena pihak Bulog sudah membeli beras di sejumlah kilang padi yang ada di kawasan pengilingan.

"Sekarang Bulog membeli beras langsung di kilang padi, bukan hanya membeli gabah saja seperti dulu, sehingga, meskipun ada panen di beberapa tempat, beras sudah langsung dibeli oleh Bulog dan pemilik kilang padi pun lebih enak melepaskannya ke Bulog karena dibayar kontan, daripada dijual kepada pedagang yang umumnya utang dulu," ungkap Heri.

Sementara itu, untuk jenis kebutuhan pokok lainnya, kenaikan yang paling siginifikan di Lhokseumawe adalah telur ayam, dari Rp30 ribu/ papan (30 butir) menjadi Rp40 ribu.

Pewarta: Pewarta : Mukhlis

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2015