Sejak sepekan terakhir harga buah tandan segar kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tamiang turun drastis dari Rp3.000 mejadi Rp700/kg.

"Harga sawit di kampung kami tinggal Rp700/kg. Banyak petani mengeluh karena bakal tidak bisa merawat kebunnya seperti yang sudah-sudah," kata Sunarno di Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin.

Sunarno merupakan petani dari Desa Wonosari, Kecamatan Tamiang Hulu. Ia mengaku memiliki ladang (kebun) sawit seluas enam hektare di kampungnya. Para petani di desa itu tidak pernah menyangka harga sawit kembali anjlok di bawah Rp1.000/kg.

"Kami tidak menyangka aja. Sawit mahal hanya dalam waktu sekejab. Tadinya sampai Rp3.000 lebih, sekarang di tingkat agen cuma dibeli Rp700/kg," ujar Nano.

Terkait anjloknya harga TBS sawit, Nano mewakili petani sawit lainnya menyatakan tidak bisa berbuat banyak. Dia pun menyadari fluktuatif-nya harga sawit ditentukan oleh para elite.

Padahal menurutnya sejak harga TBS sawit mahal, kaum petani sudah mulai hidup berbenah untuk memulihkan taraf ekonominya. Namun mereka hanya merasakan harga sawit mahal 5-6 bulan saja. Faktanya hari ini harga bahan baku minyak goreng ini kembali murah.

"Padahal sewaktu harga sawit mahal petani bisa membeli barang-barang berharga seperi emas dan kendaraan. Ke depan mungkin sepeda motor petani banyak ditarik dealer, karena kami bakal tidak mampu lagi membayar kreditnya," keluh Sunarno.

Pewarta: Dede Harison

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022