Pemerintah Kota Sabang menggelar pertemuan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan kawasan wisata Kilometer Nol yang berada di kawasan hutan lindung.

Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi, Selasa, mengatakan saat ini aktivitas pariwisata kawasan Kilometer Nol memang sudah berjalan, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi, guna menambah daya tarik wisatawan.

“Kita akui masih banyak yang harus kita benahi di Kilometer Nol untuk menambah daya tarik wisatawan, namun tidak menyampingkan kelestarian alam di lokasi itu. Maka kita perlu berfikir bersama dalam hal itu,” kata Reza di Kota Sabang.

Ia menilai, pemanfaatan hutan sebagai spot wisata merupakan hal yang sangat potensial. Hal ini dilakukan bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, yang dapat menjadi nilai jual tinggi di bidang pariwisata untuk Kota Sabang.

Tentunya, lanjut dia, dalam pemenahan tersebut dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari BKSDA, aktivitas peduli lingkungan hingga pelaku wisata.

Di samping itu, kata Pj wali kota, permasalahan air bersih, penerangan dan kebersihan Pulau Rubiah juga menjadi perhatian, yang selama ini menjadi pembicaraan di kalangan wisatawan.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan tanpa sinergitas antar pemangku kepentingan, maka pergerakan pembangunan daerah akan sangat lamban.

Karena itu juga, kata dia, dengan adanya sinergitas, pemanfaatan kawasan konservasi tentu akan terhindar dari berbagai pelanggaran yang dapat terjadi di lapangan.

“Kita perlu sinkronisasi dan lebih memperhatikan regulasi, bagaimana semua pihak dapat berkontribusi dalam rangka meningkatkan layanan masyarakat kita khususnya pariwisata di Kota Sabang ini,” kata Agus.

Dengan adanya hal tersebut akan meringankan berbagai permasalahan yang menjadi penghambat dalam pembangunan Kota Sabang, khususnya di bidang pariwisata.
 

Pewarta: Arwella Zulhijjah Sari

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022