Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan Pusong Kota Lhokseumawe menyatakan tangkapan ikan nelayan di wilayah tersebut terkendala cuaca buruk yang berlangsung sejak sebulan terakhir.

Koordinator Unit Pelaksanaan Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan Pusong Asmadi di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan hasil tangkapan ikan nelayan mengalami penurunan secara drastis.

"Hasil tangkap ikan nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan Pusong Kota Lhokseumawe menurun pada Oktober 2022 dibandingkan bulan sebelumnya," kata Asmadi di Lhokseumawe, Jumat.

Asmadi mengatakan ikan tangkapan nelayan yang didaratkan di Unit Pelaksanaan Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan Pusong pada Oktober 2022 mencapai 455,1 ton atau rata-rata 12,6 ton per hari dengan nilai jual lelang Rp10,5 miliar.

Sedangkan ikan tangkapan periode September 2022 sebanyak 630,9 ton atau 21 ton per hari dengan nilai jual lelang mencapai Rp12,6 miliar, kata Asmadi menyebutkan. 

Menurut Asmadi, penurunan tangkapan ikan nelayan hingga 175,8 ton tersebut terjadi karena saat ini telah memasuki musim penghujan yang mengakibatkan cuaca buruk di perairan Selat Malaka, sehingga mengganggu aktivitas nelayan untuk melaut.

"Akibat cuaca buruk mengakibatkan turunnya kunjungan kapal yang membawa hasil tangkapan ikan di perairan Selat Malaka ke Pangkalan Pendaratan Ikan Pusong," kata Asmadi.

Asmadi mengatakan ikan hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Pusong berbagai jenis ikan dan didominasi ikan jenis cakalang, layang, teri dan tongkol.

"Untuk harga ikan bervariasi dan tergantung hasil tangkapan nelayan. Jika tangkapan nelayan banyak, maka harganya cenderung turun. Sebaliknya, jika tangkapan sedikit, maka harganya akan mahal," kata Asmadi.

Asmadi mengatakan wilayah penangkapan ikan nelayan Lhokseumawe meliputi Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 yang berada di perairan Selat Malaka.

"Rata-rata jumlah kapal motor yang menangkap ikan setiap bulannya berkisar antara 50 hingga 80 unit dengan bobot 10 gross ton atau GT hingga 60 GT," kata Asmadi.
 

Pewarta: Dedy Syahputra

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022