Banda Aceh (ANTARA) - Polres Pidie Jaya menyelidiki lebih lanjut penemuan dua warga meninggal dunia dalam sebuah mobil sedan yang terparkir di kawasan Leung Putu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu di Pidie Jaya, Selasa, mengatakan penyelidikan lebih lanjut tersebut guna memastikan penyebab kematian kedua korban.

"Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya sedang menyelidiki penemuan dua warga meninggal dunia dalam mobil guna memastikan penyebab kematian kedua," kata Kapolres.


Baca juga: Pembunuhan para pemimpin negosiator Iran oleh Israel tuai kecaman, tanda ingin terus berperang

Sebelumnya, warga Gampong Keude Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, menemukan dua orang,  laki-laki dan perempuan, dalam keadaan meninggal dunia di dalam satu unit mobil yang terparkir di pinggir jalan, Selasa (24/3).

Kedua korban diketahui berinisial M (25), warga Kabupaten Bireuen, dan H.S (26), warga Kabupaten Bener Meriah. Kedua korban ditemukan dalam posisi miring dengan kondisi tubuh telah kaku. 

Berdasarkan dugaan awal, korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun dari mesin kendaraan yang masih menyala. Selanjutnya kedua korban dievakuasi ke RSUD Pidie Jaya guna dilakukan pemeriksaan medis.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya AKP Saiful Kamal mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang anggota Polri berinisial Y yang melihat sebuah mobil terparkir di depan sebuah rumah toko sejak Senin (23/3) sore. 

"Saat melintas kembali Selasa (24/3) pukul 00.30 WIB, saksi merasa curiga karena kendaraan tersebut masih berada di lokasi yang sama dengan kondisi mesin tetap menyala," katanya.

Selanjutnya, saksi bersama dua orang warga, yakni seorang satpam dan tukang ojek, memeriksa mobil tersebut. Mereka juga memanggil kedua orang dalam mobil tersebut 

Namun, saat dipanggil, kedua orang dalam mobil tersebut tidak merespons. Warga kemudian memecahkan kaca belakang kanan untuk membuka pintu, dan mendapati kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, diketahui mesin kendaraan dalam keadaan menyala, namun sistem pendingin udara (AC) tidak berfungsi dengan baik. Petugas juga menemukan jerigen berisi bahan bakar minyak di bagasi kendaraan," kata Saiful Kamal.

Menurut dia, pemeriksaan awal tersebut memperkuat dugaan sementara bahwa korban meninggal dunia akibat menghirup gas karbon monoksida (CO) yang terperangkap di dalam kabin mobil akibat sirkulasi udara yang tidak optimal.

"Hasil visum sementara dari pihak medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat menghirup gas di dalam kendaraan," kata Saiful Kamal.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Haryadi mengimbau masyarakat tidak beristirahat di dalam mobil dengan mesin menyala dalam waktu lama guna menghindari risiko keracunan gas berbahaya.

"Bagi masyarakat, apabila merasa mengantuk atau lelah saat berkendara, agar segera mampir atau beristirahat, Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2026, maupun di polres atau polsek terdekat," kata Mahruzar Haryadi.


Baca juga: Kurir paket divonis 16 tahun 6 bulan penjara, ini sebabnya



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026