Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh meminta tokoh dan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di provinsi itu tidak mengeluarkan pernyataan negatif terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah 2017.

"Saya berharap tokoh-tokoh Aceh khususnya pasangan bakal calon untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang seakan-akan pilkada itu seperti perang," kata Ketua PWNU Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi beragam pernyataan yang disampaikan pasangan bakal calon terhadap pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

"Sampaikanlah pernyataan yang positif yang dapat memberikan kesejukan ditengah-tengah masyarakat, bukan justru membuat masyarakat takut dan khawatir," katanya.

Ia menyarankan kepada para bakal calon kepala daerah dan tokoh-tokoh Aceh dapat memberikan pernyataan yang dapat membuat kenyamanan kepada seluruh masyarakat, jangan sampai kita memberikan citra kekerasan pada pelaksanaan Pilkada.

"Insya Allah Aceh tetap aman dan damai," kata Faisal Ali yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Ia menambahkan terkait penambahan pasukan pengamanan biarlah Polisi yang menilai butuh penambahan atau tidak dan tidak perlu diributkan sebab yang dirugikan masyarakat Aceh sendiri apabila Aceh diindentikkan Pilkada dengan kekerasan.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh digelar 15 Februari 2017. Pemilihan tersebut digelar serentak dengan pemilihan 20 bupati/wali kota dan wakil di Provinsi Aceh.

Pewarta: Muhammad Ifdhal

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2016