Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh mulai melakukan pendataan terhadap lahan persawahan yang terendam dan rusak akibat peristiwa banjir melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh dalam beberapa hari terakhir.

“Saat ini sedang proses pendataan oleh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di masing-masing daerah,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanbun Aceh Safrizal di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan, nantinya semua hasil pendataan dampak kerusakan akibat bencana banjir dari petugas POPT di daerah akan masuk ke Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Distanbun Aceh.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya akan memilah jumlah lahan persawahan yang rusak sehingga terjadi gagal panen atau puso, serta lahan sawah yang hanya terendam, namun bisa terselamatkan.

Baca juga: 22 desa di tujuh kecamatan di Nagan Raya Aceh dilanda banjir

Biasanya, Safrizal menjelaskan, apabila lahan perawahan terendam hingga satu pekan maka kemungkinan besar padi tersebut akan gagal panen atau puso.

Berbeda apabila lahan sawah tersebut hanya terendam satu hingga dua hari kemudian air cepat surut, maka masih tanaman itu akan selamat dan tidak dihitung puso, karena hanya tergenang saja.

“Nanti akan kita lihat berapa lahan yang tergenang, berapa yang puso, baru kemudian kita lihat tindak lanjut. Biasanya kalau insidentil begini, kita usulkan ke pemerintah pusat untuk bantuan benih,” ujarnya.

Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Barat tunda ujian di sekolah terdampak banjir

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat ada sembilan kabupaten/kota yang dilanda banjir luapan dan bandang.

Kepala Pelaksana BPBA Ilyas menyebut, kondisi saat ini ada beberapa daerah dengan debit air yang sudah mulai surut, ada juga yang masih tergenang.

“Banjir di Aceh Tengah ketinggian air maksimal 3 meter di Kecamatan Jagong Jeget. Areal persawahan dan perkebunan warga di sepanjang aliran sungai habis tersapu banjir bandang,” katanya.

Adapun daerah yang terendam banjir sejak beberapa hari terakhir, di antaranya Nagan Raya sebanyak 24 desa dalam tujuh kecamatan, Kota Subulussalam sebanyak enam desa dalam empat kecamatan, dan Aceh Barat Daya sebanyak lima desa dalam empat kecamatan.

Kemudian, Kabupaten Aceh Barat sebanyak 19 desa dalam enam kecamatan, Aceh Selatan 17 desa dalam tujuh kecamatan, Aceh Jaya 23 desa dalam enam kecamatan, Aceh Tenggara tiga desa dalam tiga kecamatan, Aceh Singkil sembilan desa dalam dua kecamatan, Aceh Tengah satu desa dalam satu kecamatan.

Baca juga: Banjir Aceh akibat hujan deras meluas jadi delapan kabupaten/kota, begini penjelasannya

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023