Seorang petani asal Gampong Meuling Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Syukri menemukan mortir peninggalan Belanda yang diduga masih aktif saat menggali tanah untuk menanam sawit. 

"Petani tersebut melaporkan ke Polsek setempat dan tim langsung ke lokasi, kini telah dipasangkan garis polisi untuk keamanan,” kata Kapolres Pidie Jaya AKBP Dodon Priyambodo di Pidie Jaya, Minggu.

Mortir itu ditemukan oleh Syukri pada Sabtu (23/9) pukul 17.30 WIB saat mencangkul tanah pada kedalaman 50 centimeter di kebun miliknya untuk menanam sawit.

Baca juga: Petani temukan dua mortir di Aceh Tenggara

Dodon mengatakan, mortir itu diduga peninggalan Belanda dan masih berpotensi aktif, maka sangat berbahaya dan harus segera ditangani oleh ahlinya langsung dari Polda Aceh.

"Pengamanan sambil menunggu tim penjinak bom Sat Brimob Polda Aceh," ujarnya.

Saat ini, kata Dodon, Polres Pidie Jaya bersama tim Gegana Polda Aceh telah mengevakuasi mortir tersebut ke wilayah yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Mortir yang ditemukan petani itu sudah dievakuasi ke galian C di kawasan Gampong Pangwa kabupaten setempat untuk kemudian diledakkan oleh tim Jibom Brimob Polda Aceh

“Mortir telah diamankan tadi pukul 14.00 WIB, dan besok direncanakan akan diledakkan,” demikian Dodon Priyambodo.

Baca juga: Warga Aceh Besar temukan benda diduga mortir aktif buatan Pindad

Pewarta: Mira Ulfa

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023