Pj Bupati Aceh Tengah T Mirzuan mengatakan kopi arabika Gayo yang menjadi komoditi nomor satu daerah itu saat ini kebanyakan masih dijual dalam bentuk green bean atau biji hijau sehingga masih perlu ditingkatkan lagi. 

"Kami menginginkan adanya nilai tambah, paling tidak kopi Gayo bisa dijual ke luar negeri dalam bentuk roasted bean. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat mampu ditingkatkan," kata Mirzuan saat menghadiri acara Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2023 di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa.

Menurutnya, perlu adanya sinergitas antara para unsur untuk mendorong peningkatan nilai tambah kopi Gayo sebagai komoditi unggulan yang sejak lama telah diakui dunia sebagai kopi terbaik kualitas nomor satu. 

Kegiatan AGASID 2023 sebagai forum investasi, kata dia, diharap dapat berkontribusi pada hal itu sesuai tema yang diusung yakni 'Memperkuat Perekonomian Aceh Melalui Investasi Berkelanjutan dan Komoditas Bernilai Tambah'. 

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh. 

"Tentu dengan sinergitas para stakeholder kami selaku Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menginginkan adanya nilai tambah terhadap kopi Gayo," ujar Mirzuan. 

Baca juga: BI upayakan peningkatan nilai tambah produk sektor UMKM di Aceh

Pewarta: Kurnia Muhadi

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023