Harga ayam potong di Pasar Impres, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, hingga saat ini masih mengalami kenaikan, yakni mencapai Rp25.000 per kilogram (Kg) dari sebelumnya Rp20.000 per Kg.
 
Salah seorang pedagang Haris, di Lhokseumawe, Rabu (25/10) menyebutkan harga ayam naik sekitar Rp5.000 karena pasokan dari peternakan yang berkurang. Adapun ayam yang dipergunakan untuk bakso harganya lebih mahal mencapai Rp35.000 per Kg daripada sebelumnya Rp30.000.
 
“Penyebab naik-turun harga tergantung minatnya konsumen, karena setiap per kilo berbeda-beda", ujarnya.

Baca juga: Harga telur ayam pekan ini alami penurunan di Banda Aceh
 
Sejumlah pedagang ayam mengeluh karena harga ayam tidak kunjung turun. Penempatan lapak di pasar juga dapat berpengaruh, dikarenakan beberapa tempat berbeda-beda harganya dan harga ayam yang dijual tergantung dari distributornya. Jika modal tinggi, maka otomatis harga jual akan naik.
 
Kenaikan harga ayam di pasar tradisional mulai dikeluhkan konsumen, pasalnya kenaikan harga yang diterima di saat harga-harga kebutuhan pokok lainnya ikut mengalami peningkatan.
 
Munadiyah mengeluhkan kondisi tersebut, tapi dia memilih tetap membeli daging ayam tersebut karena kemauan anak dan suaminya.
 
"Ya harus bagaimana lagi, memang di sananya sudah mahal, harusnya pemerintah segera ambil langkah terbaik dan cepat agar naik dan turunnya harga tidak seenaknya,". kata Munadiyah salah seorang konsumen.
 
Hal ini juga dirasakan Risnawati (45 tahun), warga Lhokseumawe. Ia mengaku kenaikan harga ayam cukup membuatnya kesal karena menambah pengeluaran untuk bahan pangan.
 
“Saya kesal mau makan ayam harganya mahal, makan telur mahal, apalagi daging. Sekarang saja belanja Rp100 ribu seperti tidak dapat apa-apa,” keluhnya.

Penulis: Kamal, mahasiswa Malikussaleh
 

Pewarta: Redaksi Antara Aceh

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023