Anak-anak setingkat sekolah menengah atas (SMA) di Banda Aceh mendapatkan kesempatan untuk menyuarakan hak mereka lewat kegiatan 'Sehari Menjadi Pemimpin'.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan sehari menjadi pimpinan ini, hasil rekomendasi mereka segera kita tindak lanjuti," kata Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, di Banda Aceh, Senin.

Kegiatan anak-anak sehari menjadi pemimpin yang dilaksanakan atas kerja  sama Pemerintah Kota Banda Aceh, DPRK Banda Aceh dan Unicef tersebut dalam rangka memperingati hari anak sedunia 2023.

Dalam kegiatan yang berlangsung di gedung DPRK Banda Aceh itu, anak-anak dikonsepkan menjadi pimpinan dan anggota legislatif kota setempat. Di sana, mereka menyampaikan tuntutan yang berkaitan hak dan kebutuhan anak di Kota Banda Aceh dan provinsi Aceh secara umumnya.

Dalam pertemuan tersebut, para anak-anak menyimpulkan sejumlah rekomendasi berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, perundungan hingga kekerasan terhadap anak, untuk dapat ditindaklanjuti legislatif maupun eksekutif di Banda Aceh.

Farid menyampaikan, anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa. Karena itu, pihaknya memberikan ruang kepada mereka menuntut hak-hak nya yang kemudian ditindaklanjuti demi hadirnya sebuah perubahan.

"Tentunya rekomendasi dari suara anak-anak ini segera kami sampaikan kepada komisi terkait untuk dapat ditindaklanjuti," ujarnya.

Diharapkan, anak-anak di Banda Aceh mendapatkan posisi istimewa, di mana mereka diperjuangkan bisa terlibat dalam proses pembangunan, sehingga mereka bisa berkontribusi kedepannya.

"Dalam rekomendasi anak-anak ini ada yang sudah dilaksanakan Pemerintah Banda Aceh, makanya kedepan perlu kolaborasi lagi sehingga keinginan anak-anak itu terakomodir," kata Farid Nyak Umar.

Dalam kesempatan ini, Kepala Unicef Perwakilan Aceh Andi Yoga Tama menyampaikan bahwa banyak isu anak yang perlu didorong mulai dari kesehatan hingga kekerasan baik fisik maupun seksual pada anak.

Tak hanya itu, lanjut Yoga, isu perundungan anak di sekolah juga menjadi perhatian pemerintah dan Unicef. Karena itu, pihaknya sedang menggalakkan program anti perundungan di sekolah.

"Program anti perundungan di sekolah itu ada penguatan pada anak. Kemudian guru-guru juga diberikan pemahaman, termasuk penyelesaiannya seperti apa," katanya.

Diharapkan, kedepan Pemerintah Banda Aceh dapat memberikan ruang bagi anak-anak agar bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah, terlebih mereka juga memiliki ide-ide yang cukup bagus.

Intinya mereka bisa sampaikan terkait terkait anak di Aceh di semua sektor, baik kesehatan, hingga perlindungan anak. Mereka bisa sampaikan rioritas apa yang dibutuhkan," demikian Andi Yoga.

Baca juga: Pemkab Nagan Raya fasilitasi pembentukan desa ramah perempuan dan anak

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023