Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melakukan tes urine terhadap 28.967 orang di provinsi ujung barat Indonesia tersebut sepanjang 2023.

Ada sebanyak 28.967 orang yang menjalani tes urine di BNNP Aceh. Hasilnya, sebagian besar negatif," kata Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat di Banda Aceh, Kamis 

Pernyataan tersebut dikemukakan Rudy Ahmad Sudrajat ketika menyampaikan capaian kinerja terhadap berbagai program kerja BNNP Aceh sepanjang 2023.

Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh itu mengatakan dari 28.967 orang yang menjalani tes urine tersebut, sebanyak 2.074 orang dari kalangan aparatur sipil negara. Selebihnya, sebanyak 26.893 orang lainnya merupakan masyarakat dari berbagai latar belakang.

"Tahun ini banyak masyarakat yang melakukan tes urine karena bersamaan dengan pemilu legislatif, di mana semua bakal calon legislatif wajib melampirkan surat keterangan bebas narkoba," katanya.

Rudy Ahmad Sudrajat menambahkan selain bakal calon legislatif, tes urine juga banyak dari kalangan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Provinsi Aceh. Kemudian, juga ada peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan lainnya.

"Tes urine ini untuk deteksi dini. Apabila ada yang positif, dilakukan pemeriksaan lebih, apakah  positif karena mengonsumsi narkoba atau obat-obatan karena penyakit dideritanya," kata Rudy Ahmad Sudrajat.

Mantan Kepala BNNP Gorontalo itu menambahkan kalau pun ada yang positif saat tes urine tidak serta merta ditindak secara pidana. Akan tetapi, lebih dikedepankan pembinaan.

"Jadi, kami mengedepankan pembinaan apabila ada peserta tes urine dinyatakan positif. Biasanya, mereka ini korban penyalahgunaan narkoba dan aturan perundang-undangan memperbolehkan mereka menjalani pemulihan," kata Rudy Ahmad Sudrajat.

Baca juga: BNN gagalkan pengiriman 80 kilogram ganja ke luar Aceh lewat jasa ekspedisi

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023