Perkebunan masyarakat di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat sepanjang Rabu pagi dilaporkan rusak parah, akibat amukan gajah liar.

“Untuk sementara laporan kerusakan yang kami terima berupa rusaknya penampungan gabah milik petani sekitar 180 kilogram, termasuk tanaman palawija,” kata Camat Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Zulkifli kepada ANTARA di Meulaboh, Rabu.

Perkebunan yang dirusak tersebut merupakan milik Tarmizi Ab, seorang aparatur di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Baca juga: Gajah sumatra ditemukan mati tersengat listrik di Pidie Jaya, begini kronologinya

Ia menyebutkan, pendataan dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui jumlah kerugian yang dialami oleh masyarakat, terhadap aksi amuk gajah liar yang terjadi pada Rabu jelang pagi sekira pukul 04.00 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa di masyarakat, dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat aksi amukan satwa liar tersebut menyebabkan kerugian di petani, karena sekitar 180 kilogram gabah kering yang disimpan di dalam gubuk perkebunan rusak parah.
 
Selain itu, aneka tanaman palawija yang ditanami di lokasi perkebunan juga rusak diobrak-abrik satwa liar tersebut.

“Kami juga sudah melaporkan kejadian ini kepada BKSDA, dengan harapan segera mendapatkan penanganan,” kata Zulkifli menambahkan.

Sementara itu, Kepala Desa (Keuchik) Gleng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Junaidi mengatakan aksi amukan gajah liar yang terjadi di desanya selama ini telah sering terjadi.

Ia mengakui dampak kerugian yang dialami petani dalam musibah tersebut sangat banyak, karena menyebabkan kerusakan di lahan pertanian, perkebunan, palawija serta tanaman pangan lainnya.

“Kami berharap segera ada penanganan terbaik dari BKSDA, kami berharap gajah liar ini agar dapat diusir ke dalam hutan dan tidak lagi kembali ke perkampungan masyarakat,” demikian Junaidi.

Baca juga: Wulan Guritno minta kasus Rahman yang mati dan hilang gadingnya diusut tuntas
 

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2024