Sebanyak 18.365 kelompok rentan di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan terdampak bencana banjir bandang, mulai dari ibu hamil, balita, warga lanjut usia (lansia) hingga penyandang disabilitas.

“Kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penanganan, mulai dari evakuasi, penyediaan logistik, hingga layanan kesehatan di lokasi pengungsian,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Kamis.

Berdasarkan laporan sementara yang diterimanya dari Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Kabupaten Aceh Utara, hingga 13 Januari 2026  tercatat 18.366 kelompok rentan terdampak, diantaranya 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas.

Muthala mengatakan, secara keseluruhan warga terdampak bencana di Aceh Utara mencapai 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa. Lalu, 16.201 kepala keluarga atau 54.795 jiwa diantaranya mengungsi pada 160 titik pengungsian.

Baca: DP3A pastikan pendampingan kelompok rentan terdampak bencana di Aceh

Kalau untuk korban jiwa akibat bencana ini tercatat 245 orang meninggal dunia, sembilan orang hilang, dan 2.127 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, bencana ini menimbulkan kerusakan signifikan pada rumah dan fasilitas umum di sana, di mana sebanyak 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, 6.236 rumah mengalami kerusakan berat, 16.325 rumah rusak sedang, dan 20.280 rumah rusak ringan.

Murthala menegaskan, Posko Bencana Aceh dan juga Aceh Utara terus melakukan pendataan, evakuasi, dan distribusi bantuan dengan koordinasi lintas instansi.

"Upaya ini bertujuan agar penanganan darurat berjalan efektif dan warga terdampak, terutama kelompok rentan, mendapatkan perlindungan dan layanan yang memadai," demikian Murthalamuddin.

Baca: FJPI beri dukungan psikososial anak terdampak banjir di Aceh Utara

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026