Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Mirza Tabrani menyatakan akan mengembangkan berbagai usaha, termasuk rumah sakit guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendapatan perguruan tinggi yang sudah berbadan hukum tersebut.

"Langkah awal sejak kami lantik menjabat rektor adalah bagaimana mengembangkan usaha guna meningkatkan pendapatan USK. Apalagi saat ini USK berstatus PTNBH atau perguruan tinggi negeri berbadan hukum," kata Prof Mirza Tabrani di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Mirza Tabrani usai dirinya dilantik menjabat Rektor USK Banda Aceh periode 2026-2031. Pelantikan dan pengucapan sumpah dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat USK Safrizal ZA.

Menurut dia, beberapa usaha yang dikembangkan di antaranya rumah sakit. Pengembangan rumah sakit tersebut memiliki potensi menjanjikan karena rumah yang ada di Banda Aceh seperti Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) kondisinya kini dalam keadaan kelebihan kapasitas.

"Saat ini, pengembangan rumah sakit USK masih dalam proses di Bappenas. Prosesnya mulai 2027. Rumah sakit USK memiliki 50 kamar. Selain usaha, rumah sakit tersebut juga dikembangkan sebagai rumah sakit pendidikan," katanya.

Ia mengatakan peningkatan pendapatan dari pengembangan usaha tersebut tentu untuk membiayai perguruan tinggi serta meningkatkan kesejahteraan dosen, karyawan, maupun seluruh civitas akademika.

"Seperti permintaan Mendiktisaintek dalam sambutannya pada pelantikan, kami harus menyejahterakan dosen, karyawan, dan seluruh civitas akademika. Jadi intinya, kami harus berpikir bagaimana meningkatkan pendapatan USK," katanya.

Selain pengembangan usaha, Prof Mirza Tabrani mengatakan dirinya juga akan meningkatkan riset atau penelitian di perguruan tinggi tertua di Provinsi Aceh tersebut. Riset yang dikembangkan memberi dampak kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

"Di samping riset dan pengembangan usaha, kami juga membangun tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik lagi. Program yang baik di masa sebelum kami, tentu kami lanjutkan. Kami juga siap merangkul kerabat yang sebelumnya berkompetisi pada pemilihan rektor," katanya.

Prof Mirza Tabrani juga menegaskan dirinya juga terus mengupayakan bantuan pendidikan seperti beasiswa untuk mahasiswa supaya jangan ada yang berhenti di tengah jalan hanya karena ketiadaan biaya kuliah.

"Selain beasiswa dari pemerintah pusat, USK juga memiliki Rumah Amal, di mana kalangan dosen berbagi untuk mahasiswa yang tidak berkemampuan. Tujuan, untuk memastikan mahasiswa yang tidak berkemampuan tidak putus di tengah jalan," kata Prof Mirza Tabrani.


 

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026