Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh menghadirkan Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) 2026 untuk enam perguruan tinggi negeri maupun swasta di Aceh dalam rangka mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045," kata Kepala KPwBI Aceh Agus Chusaini di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Agus Chusaini saat melaksanakan kick off PPK 2026 serta penandatanganan perjanjian kerjasama dengan enam perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Universitas Abulyatama (Unaya), dan Universitas Serambi Mekkah (USM).

Adapun kerangka dalam program PPK tersebut nantinya berupa kuliah umum, riset kolaboratif, penguatan kurikulum, serta program pemberdayaan mahasiswa.

Agus mengatakan, program pendidikan kebanksentralan ini menjadi salah satu inisiatif strategis Bank Indonesia yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan, selaras dengan area tri dharma perguruan tinggi. 

"Program ini, juga sebagai penguatan dari program beasiswa Bank Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kebanksentralan, kapasitas akademik, serta pengembangan SDM unggul yang adaptif terhadap dinamika ekonomi," ujarnya.

Melalui PPK ini, lanjut dia, Bank Indonesia tidak hanya mendorong peningkatan literasi, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif antara akademisi dan praktisi dalam menghasilkan bauran kebijakan yang lebih efektif dan berdampak.

"Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan mitra dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset,” katanya.

Selain itu, Agus juga menyampaikan bahwa perekonomian Aceh pada 2026 diperkirakan berangsur pulih berkat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana serta implementasi berbagai program prioritas pemerintah.

"Pemulihan ekonomi Aceh, kata dia,  membutuhkan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun perguruan tinggi," demikian Agus Chusaini.
 

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026