Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan masa panik untuk korban terdampak bencana angin kencang di Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, kabupaten setempat yang terjadi pada Rabu (13/5) lalu.
“Bantuan ini diberikan kepada keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang saat cuaca buruk beberapa hari lalu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, Jumat.
Ada pun bantuan yang sudah disalurkan tersebut diantaranya Family kid satu paket, baju kaus anak, selimut, handuk, mukena, mukena anak, sajadah, kain sarung, jilbab, beras, ikan sarden, saus, kecap, air mineral, terpal, kasur, senang, paku seng, triplek serta bantuan sandang lainnya.
Teuku Ronal mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah dalam meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah.
“Fokus utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi pasca-kejadian," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan personel ke Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas setelah sebuah rumah masyarakat di kawasan pedalaman setempat tertimpa pohon, akibat bencana alam angin kencang.
Teuku mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi tersebut, menyebabkan pohon besar yang berada di dekat pemukiman warga tersebut roboh dan langsung menimpa bangunan rumah milik Abdul Ramil (46), seorang petani warga Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.
Pihaknya bersama masyarakat juga turut melakukan proses pembersihan pohon secara gotong-royong, dan turut dibantu oleh unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Kaway XVI, Polsek, dan Koramil setempat.
"Saat ini pohon tumbang sudah selesai dibersihkan. Kami terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada lagi rumah warga yang terdampak cuaca buruk,” kata Teuku Ronal.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026