Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh membuka layanan kekayaan intelektual di Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh sebagai upaya jemput bola dari masyarakat .
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh Meurah Budiman di Banda Aceh, Senin, mengatakan layanan kekayaan intelektual di CFD tersebut dijadwalkan pada Minggu (26/4). Layanan di CFD tersebut dalam rangka memperingati World Intellectual Property Day 2026.
"Kemenkum Aceh membuka layanan kekayaan intelektual di CFD Banda Aceh. Masyarakat bisa berkonsultasi hingga mendaftarkan hak kekayaan intelektual sambil menikmati suasana hari bebas kendaraan," katanya.
Meurah Budiman mengatakan layanan kekayaan intelektual di arena CFD tersebut melalui Mobile IP Clinic atau klinik kekayaan intelektual bergerak. Klinik tersebut merupakan upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Menurut dia, layanan di CFD tersebut mengusung tema global IP and Sport. Dengan tema tersebut, Kemenkum Aceh ingin menegaskan kekayaan intelektual memiliki peran krusial dalam memajukan dunia olahraga dan ekonomi kreatif.
Meurah Budiman mengungkapkan langkah ini merupakan strategi untuk mendekatkan layanan negara kepada masyarakat. Dirinya menekankan pentingnya kesadaran publik terhadap perlindungan karya dan inovasi.
"Langkah strategis dan terkoordinasi ini sangat perlu dilakukan guna meningkatkan pemahaman serta kesadaran publik terhadap peran vital kekayaan intelektual dalam mendukung ekosistem olahraga," katanya.
Kekayaan intelektual, kata dia, bukan sekadar soal dokumen hukum, melainkan instrumen fundamental untuk melindungi inovasi teknologi, desain, merek, hingga hak siar di dunia olahraga. Apalagi, sektor olahraga kini beririsan erat dengan industri mode, kesehatan, hingga gim.
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kemenkum Aceh Purwandani H Pinilihan menjelaskan Mobile IP Clinic sengaja digelar di momen santai agar lebih mudah dijangkau warga yang sedang berolahraga.
"Kami menyelenggarakan kegiatan Mobile IP Clinic ini sebagai bentuk layanan jemput bola dalam memberikan edukasi, konsultasi, serta fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual kepada masyarakat luas," katanya.
Purwandani menambahkan melalui skema paten, desain industri, merek, dan hak cipta, para pelaku usaha maupun inovator di Provinsi Aceh dapat memperkuat daya saing ekonomi mereka secara nasional maupun global.
"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut, di antaranya bertanya langsung soal cara daftar merek, hak cipta, hingga konsultasi perlindungan produk UMKM secara gratis dan praktis," kata Purwandani H Pinilihan.
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026