Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menyatakan terus berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman tenaga kefarmasian yang menjadi garda terdepan dalam menjamin keamanan penggunaan obat di masyarakat.
“Tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam memastikan obat yang digunakan masyarakat aman, bermutu, dan digunakan secara rasional,” kata Tim Publikasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BBPOM Aceh, Ari Syuhada Putra di Aceh Besar, Rabu.
Di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengelolaan Obat di Apotek dan toko obat yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, Ia menjelaskan edukasi yang tepat juga menjadi kunci dalam mencegah penyalahgunaan obat serta menekan laju resistensi antimikroba.
Baca juga: Takjil berbuka di Banda Aceh tak mengandung bahan berbahaya
Ia juga menambahkan bahwa pengendalian resistensi antimikroba memerlukan kolaborasi lintas sektor dan konsistensi dalam penerapan prinsip penggunaan obat yang bijak.
“Pengendalian resistensi antimikroba tidak bisa dilakukan sendiri, perlu sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan antibiotik digunakan secara tepat,” katanya.
BBPOM Aceh berharap para tenaga kefarmasian dapat semakin meningkatkan kompetensi dan komitmen dalam menjalankan praktik kefarmasian yang sesuai standar dan menjadi agen edukasi di lingkungan kerja masing-masing dalam mendorong penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan terlindungi.
Kegiatan yang diikuti 62 peserta yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian memberikan pembekalan terkait sarana pelayanan kefarmasian, pentingnya mengenali obat serta pencegahan penyalahgunaannya dan pengendalian resistensi antimikroba (AMR).
Baca juga: Kejari Aceh Barat sita 3.160 kotak jamu ilegal hasil penindakan BPOM Aceh
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026