Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Mujiburrahman menyatakan peningkatan kualitas guru adalah salah satu elemen penting untuk perbaikan mutu pendidikan di Provinsi Aceh.
“Peningkatan mutu pendidikan di Aceh harus dilakukan secara menyeluruh, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan,” kata di Banda Aceh, Selasa.
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), ia menjelaskan ada beberapa langkah strategis yang perlu terus diperkuat yakni kualitas guru, Tgk Dayah, dan dosen harus menjadi prioritas utama, karena sumber daya manusia adalah inti dari transformasi pendidikan.
“Penguatan kompetensi pedagogik, literasi digital, kemampuan riset, dan penguasaan teknologi pembelajaran harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Kemudian adalah pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman yakni kurikulum perlu terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan sains, teknologi, kecerdasan artifisial, ekonomi kreatif, dan kebutuhan dunia kerja, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh.
Selanjutnya ia mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, pesantren (dayah), dunia usaha, industri, serta masyarakat harus diperluas, karena Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri; ia membutuhkan partisipasi semesta agar melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi daerah.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan hingga wilayah terpencil, sehingga tidak ada generasi muda Aceh yang tertinggal karena faktor geografis maupun ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Mujiburrahman juga menegaskan bahwa pembenahan pendidikan harus dimulai dari fondasi yang paling dasar seperti budaya belajar yakni membangun ekosistem akademik yang sehat, di mana membaca, mengaji, meneliti, berdiskusi, dan berpikir kritis menjadi kebiasaan sejak dini.
Selanjutnya adalah tata kelola lembaga pendidikan yang transparansi, profesionalisme, akuntabilitas, dan kepemimpinan yang visioner harus menjadi budaya di setiap institusi pendidikan.
“Penguatan karakter juga menjadi titik penting, karena pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berakhlak, memiliki empati sosial, dan mampu menjaga identitas budaya serta nilai keagamaan,” katanya.
Ia juga berpesan untuk memperkuat budaya riset dan inovasi, agar kampus dan sekolah di Aceh tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga pusat lahirnya solusi bagi masyarakat.
Menurutnya, jika fondasi-fondasi tersebut dibangun secara konsisten, Aceh memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi pengingat bahwa membangun pendidikan berarti membangun peradaban. Ini adalah kerja bersama, kerja jangka panjang, dan investasi terbaik bagi masa depan Aceh dan Indonesia,” demikian Rektor.
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026