Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang menyatakan untuk tahun 2026 masih fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan yang rusak akibat bencana alam yang melanda kawasan itu pada akhir November 2025.
“Saat ini kita terus memacu pembangunan sekolah terdampak bencana, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Ia menyebutkan, pada tahun 2026 ada sebanyak 254 unit sekolah yang sudah mendapat alokasi anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang terdiri atas jenjang PAUD, Sekolah Dasar dan SMP.
“Salah satu yang masih menjadi fokus utama untuk pendidikan saat ini adalah pembangunan kembali terhadap sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana,” katanya.
Baca: Pemkab kucurkan Rp192 miliar untuk revitalisasi 254 sekolah di Aceh Tamiang
Lebih rinci ia mengatakan saat ini masih ada 36 unit sekolah yang belum mendapat alokasi anggaran dan masih berproses agar segera dibangun kembali sehingga seluruh proses belajar mengajar berjalan maksimal.
“Kami terus berupaya agar sekolah yang belum mendapat alokasi anggaran untuk segera direvitalisasi oleh Kemendikdasmen agar seluruhnya dalam kondisi layak pakai kembali,” katanya.
Sebelumnya, Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang menyebutkan total sekolah di daerah itu sebanyak 459 unit terdiri dari 65 unit tidak terdampak dan 394 terdampak banjir bandang dan longsor.
Ia merincikan dari 394 sekolah yang terdampak itu, sebanyak 47 unit rusak ringan, 269 rusak sedang dan 78 unit rusak berat.
Baca: Disdikbud: TKA sekolah terdampak bencana di Aceh Tamiang berlangsung lancar
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026