Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjalin kerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon dalam penguatan Bahasa Indonesia.
Kepala BPPB Hafidz Muksin di Banda Aceh, Senin, mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut sebagai upaya meningkatkan literasi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.
"Kami membangun kerja sama dengan IAIN Takengon dalam pengembangan dan penguatan bahasa untuk meningkatkan literasi mahasiswa maupun masyarakat," katanya.
Menurut dia, kerja sama bahasa tersebut merupakan wujud partisipasi semesta, di mana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus meningkat kolaborasi semua pengampu pendidikan.
Hafidz mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut juga sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi, baik membaca maupun menulis
"Penguatan literasi ini menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa literasi, membaca dan menulis, tentu sulit memajukan sumber daya manusia," kata Hafidz Muksin.
Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut juga bagian dari kedaulatan Bahasa Indonesia. Apalagi sekarang ini banyak penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak sesuai kaidah, sehingga mengancam kedaulatan Bahasa Indonesia itu sendiri.
"Kerja sama dengan perguruan tinggi ini juga bagian dari upaya melestarikan bahasa daerah dengan kajian-kajian mendalam tentang bahasa ibu setempat," kata Hafidz Muksin.
Rektor IAIN Takengon Prof Ridwan Nurdin mengapresiasi kerja sama dengan BPPB atau Badan Bahasa tersebut. Sebab, kerja sama tersebut memperkuat penguasaan Bahasa Indonesia di kalangan civitas academica IAIN Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
"Kami menyambut baik kerja sama dengan Badan Bahasa ini karena dapat memperkuat pemahaman civitas academica terhadap Bahasa Indonesia, terutama dalam penulisan ilmiah, " kata Prof Ridwan Nurdin.
Baca juga: Balai Bahasa Aceh targetkan penutur muda bertambah usai FTBI 2025
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.