Nagan Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mengerahkan personel ke sejumlah lokasi banjir, setelah akses jalan lintas provinsi di kawasan Desa Alue Bata, Kecamatan Tadu Raya, kabupaten setempat terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30-50 sentimeter.
“"Akibat hujan deras dan angin kencang sejak dua hari terakhir, debit air di beberapa sungai meluap hingga menggenangi permukiman masyarakat. Saat ini, akses jalan lintas Meulaboh - Tapak Tuan terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan," kata Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi kepada ANTARA, Kamis.
Ia mengatakan, tingginya intensitas hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Nagan Raya selama dua hari belakangan ini, telah mengakibatkan sejumlah sungai besar meluap.
Baca juga: Wali Nanggroe minta korban bencana Aceh bersabar menunggu hunian
Kondisi ini memicu banjir luapan yang merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi utama masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Irfanda Rinaldi mengatakan bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Nagan Raya, Aceh terjadinya karena adanya kenaikan debit air terjadi di tiga aliran sungai utama, yakni Sungai/Krueng Kulu di Kecamatan Seunagan Timur, dan meluapnya aliran Sungai/Krueng Tadu dan Sungai/Krueng Tadu, Kecamatan Tadu Raya.
Ia mengatakan, dampak dari bencana alam ini telah mengganggu arus transportasi di wilayah pantai barat selatan Aceh, karena luapan air yang cukup tinggi menutupi badan jalan sehingga mengakibatkan terputusnya transportasi lintas Meulaboh – Tapak Tuan, Aceh Selatan.
“Untuk saat ini, akses transportasi utama di jalan lintas provinsi masih terendam air. Akses jalan lintas belum bisa dilintasi secara normal,” katanya menambahkan.
Selain merendam jalan raya, air juga mulai memasuki rumah-rumah warga di sekitar bantaran sungai di Kecamatan Seunagan Timur dan Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya.
BPBD Nagan Raya saat ini terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi rawan untuk memastikan keselamatan warga dan mendata kerugian material.
Warga yang hendak melintasi jalur tersebut diimbau untuk tetap waspada atau menunda perjalanan hingga debit air menyusut.
BPBD Nagan Raya juga menyiagakan personel di titik-titik banjir untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk susulan, termasuk membantu masyarakat di sejumlah lokasi banjir, kata Irfanda Rinaldi.
Baca juga: Puskesmas terdampak bencana di Aceh Utara dapat ambulans baru
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026