Kenaikan harga tomat di pasaran memicu inflasi bulanan pada Mei 2026 di Provinsi Aceh sebesar 0,60 persen yang ditandai adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,27 pada April 2026 menjadi 114,95 pada Mei 2026.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS di lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yaitu Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, tercatat bahwa pada bulan Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,60 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Agus Andria, di Banda Aceh, Selasa.

Ia menyebutkan, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil besar dengan mengalami inflasi sebesar 0,96 persen, serta memberikan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,37 persen. 

“Komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi m-to-m antara lain tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan nasi dengan lauk,” katanya.

Baca: BPS: Pengangguran terbuka di Aceh bertambah 0,38 persen

Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan yaitu daging ayam ras, ikan tongkol, ikan dencis, emas perhiasan, dan telur ayam ras.

Berdasarkan pantauan di wilayah tersebut, inflasi bulanan (m-to-m) tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh yakni sebesar 0,93 persen, sedangkan yang paling rendah terdapat di Kota Lhokseumawe sebesar 0,03 persen.

Kemudian untuk inflasi secara tahunan (y-on-y), pada Mei 2026 Provinsi Aceh juga mengalami inflasi sebesar 5,12 persen seiring adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum rata-rata sebesar 5,12 persen dibanding Mei tahun lalu.

Ia menambahkan untuk skala tahunan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen, dengan IHK 118,52, dan terendah terjadi di Meulaboh yang mengalami inflasi 3,99 persen dengan IHK sebesar 115,53.

Baca: BPS: Inflasi tahunan Aceh Tengah sebesar 4,93 persen tertinggi di Aceh

Pewarta: M Ifdhal

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026