Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (y-on-y) Kabupaten Aceh Tengah sebesar 4,93 persen pada periode April 2026 tertinggi di provinsi setempat.

“Inflasi tahunan (y-on-y) di Aceh Tengah tidak terlepas dari belum pulihnya jalur transportasi yang menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas ekonomi di wilayah tersebut,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan gangguan pada infrastruktur jalan  telah menyebabkan proses distribusi barang menjadi tidak lancar yang berdampak pada pasokan berbagai komoditas penting terutama bahan pangan seperti beras, ikan,bahan bakar rumah tangga dan makanan menjadi terbatas di pasar lokal. 

“Kondisi ini yang mendorong kenaikan harga barang di sana. Percepatan perbaikan infrastruktur dan pemulihan konektivitas menjadi kunci untuk menstabilkan distribusi barang, menekan biaya logistik, dan pada akhirnya meredam laju inflasi di daerah tersebut,” katanya.

Ia menyebutkan secara umum, pada periode April 2026 seluruh daerah pantauan BPS di Aceh mengalami inflasi sehingga secara agregat inflasi y-on-y Aceh sebesar 3,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,27 dan terendah terjadi di Meulaboh dengan angka inflasi tahunan 3,14 persen. 

Baca: BPS: Pengendalian inflasi di Aceh harus berkelanjutan

Ia menyebutkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberi andil besar terhadap inflasi tahunan yakni sebesar 4,22 persen dengan kontribusi tertinggi terhadap inflasi yaitu sebesar 1,59 persen. 

“Komoditas yang paling berpengaruh besar terhadap inflasi y-on-y adalah beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan daging ayam ras,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan BPS di lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yaitu Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, pada April 2026 Aceh mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen.

Ia mengatakan inflasi tersebut ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 114,01 pada Maret 2026 menjadi 114,27 pada April 2026 yang disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau. 

“Kenaikan harga ikan bandeng, angkutan udara, ikan tongkol, bahan bakar rumah tangga, dan ikan dencis memberikan andil besar terhadap inflasi Aceh pada April,” katanya.

Baca: Kemendagri ingatkan filosofi Sun Tzu dalam pembangunan Aceh



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026