Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Aceh menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara yang diikuti berbagai elemen pemerintahan, mahasiswa, dan masyarakat.

Upacara peringatan Hari Bela Negara dipusatkan di halaman kantor gubernur Aceh, di Banda Aceh, Selasa.

Upacara dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Iskandar A Gani.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Iskandar A Gani membacakan arahan Presiden Joko Widodo menyatakan, dengan diperingati Hari Bela Negara diharapkan seluruh rakyat Indonesia senantiasa belajar dari sejarah perjuangan bangsa.

"Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dengan semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat," ujar Iskandar membacakan amanat Presiden RI tersebut.

Iskandar menyebutkan, membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata. Akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya dalam bentuk yang lain.

Seperti yang pernah dilakukan oleh Mr Syafruddin Prawiranegara pada tahun 1948 guna menyelamatkan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mr Syafruddin membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat.

"Nilai-nilai heroik tersebut dinilai perlu terus diaktualisasikan melalui berbagai karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peringatan Hari Bela Negara menjadi momentum melakukan aksi nyata dalam pembelaan negara," ujarnya pula.

Memasuki era milenium ini, lanjut dia, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah maupun keselamatan segenap bangsa tidak lagi bersifat tradisional atau ancaman militer, tetapi sudah bersifat multidimensional dan berada di setiap lini kehidupan.

Karena itu, bentuk aktualisasi kecintaan kepada Tanah Air atau patriotisme dan nasionalisme sudah barang tentu jauh berbeda dengan era perjuangan para pendahulu. Bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi pun berbeda, kata dia.

Kemudahan dan kecanggihan akses digitalisasi internet pada abad milenium juga dianggap sudah sangat potensial mempengaruhi pola pikir manusia, termasuk beragam informasi dan paham-paham yang dapat mengubah moral dan kepribadian suatu bangsa.

Karenanya, para generasi muda sebagai penduduk mayoritas rakyat Indonesia, untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa dan selalu waspada terhadap ancaman terhadap ideologi.

"Ancaman itu dilakukan dengan cara yang sangat halus dan kekinian serta ingin mengubah atau menggantikan Pancasila dan ingin memecah belah NKRI," ujar Iskandar Akan Gani menyampaikan pernyataan Presiden RI Joko Widodo.

Pewarta: M Haris SA

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2017