Lhokseumawe (Antaranews Aceh) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Provinsi Aceh, membina santri pesantren di Aceh Utara untuk mengembangkan teknik budidaya cabai merah.

"Pembinaan yang dilakukan oleh BI tersebut, selain memberikan bahan dan alat kebutuhan pertanian budidaya cabai merah, juga memberikan penyuluhan yang disampaikan oleh tenaga ahli," kata Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal, Jumat malam.

Dia melanjtkan, seperti pembinaan yang diberikan kepada pesantren Raudhatul Maarif, Cot Trueng, Kabupaten Aceh Utara, dimana santri diajarkan cara membudidayakan cabai merah.

Tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi kepada santri, sehingga dengan pengalaman belajar cara membudidayakan cabai merah, kelak dapat diterapkan oleh santri sebagai salah satu ketrampilan hidup.

" Dengan kegiatan ini dapat menjadi media edukasi bagi santri. Sehingga dengan keterampilan yang dimiliki oleh santri ini, kelak akan berguna saat selesai dari pesantren," ujar Yufrizal.

Dia menambahkan, pembinaan budidaya cabai merah di pesantren Raudhatul Maarif, penanamannya dilakukan secara tabulapot, yang mencapai dua ribu pot polybag plastik. Sedangkan perawatan dan penyiramannya dilakukan secara bergiliran oleh santri. Serta dibimbing oleh tenaga ahli yang berpengalaman sehingga lebih berhasil guna, terang Kepala KPw BI Lhokseumawe itu.

Ia menjelaskan, cabai merah merupakan salah satu jenis komoditi yang memberi andil terhadap inflasi setiap bulannya. Sehingga dengan adanya pengetahuan tentang budidaya cabai merah dimaksud dapat menstabilkan inflasi dari pengaruh salah satu bahan makanan tersebut.

Pewarta: Mukhlis

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018