Langsa (Antaranews Aceh) - Objek wisata Taman Hutan Manggrove yang terlatak di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Propinsi Aceh, terus bergeliat sebagai sebuah destinasi edukasi dan rekreasi bagi wisatawan domestik.

"Sejauh ini terus meningkat jumlah kunjungan wisatawan dari lokal maupun daerah lain di Aceh dan Sumatera Utara," sebut Manajer PT Kuala Langsa Energi, Teuku Raja Syahrul di Langsa, Minggu sore.

Menurutnya, sudah hampir setahun ini pengelolaan Taman Hutan Manggrove menjadi tanggung jawab PT Pelabuhan Kuala Langsa Energi selaku pihak pengembang.

Dikatakan, pengunjung taman hutan manggrove terus mengalami peningkatan. Dimana, estimasi wisatawan lokal rata-rata berkisar 100 orang per hari.

"Paling ramai itu kalau hari libur Sabtu dan Minggu atau saat hari libur lain seperti libur nasional, libur sekolah," jelas Raja.

Pengunjung, kata dia, bisa menikmati suguhan pemandangan alam hutan bakau, sembari belajar tentang jenis manggrove yang ada. Begitu pula, jalur jembatan hijau, menara pantau dan aneka kuliner yang tersaji di kantin-kantin.

Selain itu, pihak pengembang akan menyediakan fasilitas wahana permainan seperti bebek air, agar wisatawan bisa menjelajah hutan manggrove dari alur yang ada.

"Kita sedang merancang berbagai fasilitas penunjang. Kajian strategisnya sedang dipersiapkan. Tentu terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah," ujar Teuku Raja Syahrul.

Untuk menikmati Taman Hutan Manggrove, lanjut dia, pengunjung cukup membayar tiket masuk seharga Rp3000/orang dan fasilitas parkir kenderaan roda dua dan empat juga sangat nyaman serta aman.

Kemudian, Raja menyebut fasilitas umum lain seperti mushalla dan MCK juga sudah tersedia di lokasi taman hutan manggrove.

"Insya Allah fasilitas umum sudah tersedia dengan baik. Kedepan kita rencanakan pengembangan yang lebih strategis sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan pendapatan asli daerah," tukasnya.

Pewarta: Putra

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018