Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, akan membangun rumah sakit (RS) berbasis internasional lagi bersyariah di provinsi paling barat Indonesia itu.
"UIN punya segudang rencana dan dalam waktu dekat ini kami akan membangun rumah sakit bersyariah di Aceh," kata Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr H Syabuddin MAg di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan ini disampaikannya pada pertemuan dengan rombongan Komisi VIII DPR RI ketika meninjau penerimaan SBSN pada PTKIN dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
"Rumah sakit bersyariah nanti akan dibangun diatas lahan seluas 30 hektare di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Selain itu kami juga berencana membangun media center bertaraf internasional serta laboratorium dan untuk mewujudkan rencana itu kami mohon dukungan semua pihak," harapnya.
Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry juga menyatakan, investasi infrastruktur dana haji dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tersebut sangat bermanfaat untuk percepatan pembangunan fasilitas pendidikan.
"Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI), Psikologi murni investasi SBSN, kemudian yang akan kita buka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) serta laboratorium terpadu," kata dia.
Syabuddin juga menyebutkan, saat ini, UIN yang pertama di provinsi paling barat Indonesia secara keseluruhan memiliki sembilan fakultas dan 46 prodi.
"Jumlah mahasiswa 27.419 orang dari sembilan fakultas dan 46 prodi. Dosen tetap 449 orang, dosen non PNS 107 orang dan jumlah pegawai akademik 290 orang," rinci dia.
Recana UIN Ar-Raniry membangun rumah sakit bersyariah mendapat sambutan positif dari Rombongan Komisi VIII DPR RI.
"Sangat bagus rencana ini dan kami mendukung pembangunan rumah sakit bersyariah di Aceh," kata Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.
"Awal mula pencetus rumah sakit adalah orang Islam yaitu Ibnu Sina, dan sudah sepatutnya Aceh yang menerapkan hukum syariah Islam memiliki rumah sakit bersyariah," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Sumatera Utara.
Lebih lanjut dia menyatakan, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui investasi dana haji.
"Investasi dana haji atau SBSN semakin besar dan kita berharap pengelolanya amanah, tepat dan cepat. Kemudian kami berharap investasi dana haji melalui infrastruktur tidak ada yang mangkrak," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018
"UIN punya segudang rencana dan dalam waktu dekat ini kami akan membangun rumah sakit bersyariah di Aceh," kata Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr H Syabuddin MAg di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan ini disampaikannya pada pertemuan dengan rombongan Komisi VIII DPR RI ketika meninjau penerimaan SBSN pada PTKIN dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
"Rumah sakit bersyariah nanti akan dibangun diatas lahan seluas 30 hektare di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Selain itu kami juga berencana membangun media center bertaraf internasional serta laboratorium dan untuk mewujudkan rencana itu kami mohon dukungan semua pihak," harapnya.
Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry juga menyatakan, investasi infrastruktur dana haji dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tersebut sangat bermanfaat untuk percepatan pembangunan fasilitas pendidikan.
"Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI), Psikologi murni investasi SBSN, kemudian yang akan kita buka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) serta laboratorium terpadu," kata dia.
Syabuddin juga menyebutkan, saat ini, UIN yang pertama di provinsi paling barat Indonesia secara keseluruhan memiliki sembilan fakultas dan 46 prodi.
"Jumlah mahasiswa 27.419 orang dari sembilan fakultas dan 46 prodi. Dosen tetap 449 orang, dosen non PNS 107 orang dan jumlah pegawai akademik 290 orang," rinci dia.
Recana UIN Ar-Raniry membangun rumah sakit bersyariah mendapat sambutan positif dari Rombongan Komisi VIII DPR RI.
"Sangat bagus rencana ini dan kami mendukung pembangunan rumah sakit bersyariah di Aceh," kata Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.
"Awal mula pencetus rumah sakit adalah orang Islam yaitu Ibnu Sina, dan sudah sepatutnya Aceh yang menerapkan hukum syariah Islam memiliki rumah sakit bersyariah," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Sumatera Utara.
Lebih lanjut dia menyatakan, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui investasi dana haji.
"Investasi dana haji atau SBSN semakin besar dan kita berharap pengelolanya amanah, tepat dan cepat. Kemudian kami berharap investasi dana haji melalui infrastruktur tidak ada yang mangkrak," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.
Editor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018