"Kami meminta pemerintah kota menggali potensi PAD. PAD yang meningkat bisa mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," kata juru bicara Komisi C DPRK Banda Aceh Arif Fadillah di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikannya pada sidang paripurna DPRK Banda Aceh dengan agenda mendengarkan pendapat dan saran komisi di lembaga dewan tersebut.
Arif Fadillah menyebutkan, potensi PAD di ibu kota Provinsi Aceh tersebut cukup besar. Namun, potensinya belum sepenuhnya tergarap dengan optimal.
Seperti, kata dia, potensi dari pajak kendaraan bermotor dan retribusi parkir kendaraan bermotor. Potensi ini bisa dilihat dari kian meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Banda Aceh.
Selain itu, sebut politisi Partai Demokrat itu, di berbagai sektor lainnya banyak potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah, seperti pajak restoran dan kafe, retribusi pasar, serta sektor-sektor lainnya yang kini belum tergarap maksimal.
"Kami terus mendesak agar eksekutif mampu mengali setiap potensi yang ada guna meningkatkan pendapatan daerah. Peningkatan pendapatan asli daerah ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan pemerintahan berjalan baik," kata dia.
Pada kesempatan itu, Arif Fadillah juga memberi apresiasi kepada Wali Kota Banda Aceh dan jajarannya yang mampu merealisasikan PAD tahun anggaran 2013 sebesar Rp129 miliar. Realisasi tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp99 miliar.
"Kami mengingatkan pendapatan asli daerah tahun ini harus lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan asli daerah ini merupakan tolok ukur pembangunan untuk tahun-tahun berikutnya," kata Arif Fadillah. (M Haris SA)
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.