Lhokseumawe, 4/8 (Antaraaceh) - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri 1435 H, suasana di Sekretariat Kota Lhokseumawe diwarnai dengan salam-salaman dan ucapan mohon maaf dengan sesama aparatur pemerintahan.
Sbagaimana terlihat, usai apel gabungan hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, yang dilakukan dihalaman kantor sekretariat Kota Lhokseumawe, Senin.
Begitu usai apel, para pegawai negeri maupun tenaga karyawan lainnya dalam lingkungan Kota Lhokseumawe, langsung saling bersalam-salaman dan mengucapkan mohon maaf.
Dalam apel gabungan yang digelar pada hari pertama itui, tidak hanya diikuti oleh pegawai yang bertugas di sekrtariat saja, melainkan juga dari semua SKPK yang ada dalam lingkungan Pemko Lhokseumawe.
Sementara itu, Wakil Walikota Lhokseumawe Nazaruddin yang memimpin apel gabungan tersebut mengatakan, bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk saling memaafkan. Sifat memaafkan juga diharapkan selalau hadir dalam diri setiap manusia. Sehingga dalam diri manusia tidak diwarnai sifat iri, dengki serta dendam.
Lanjut Nazaruddin lagi, terkait dengan surat edaran menteri tentang hari libur dan cuti bersama pada Idul Fitri 1435 H, pihaknya sebagai unsur pimpinan pemerintah daerah akan memantau dan mengawasi kedisiplinan aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan waktu.
Terhadap kedisplinan aparatur pemerintah yang telah masuk sesuai dengan waktu yang ditetapkan, pihaknya sangat mengapresiasikan. Serta diucapkan terima kasih yang banyak akan rasa tangung jawab terhadap tugas yang diemban.
Wakil Walikota Lhokseumawe juga menyebutkan, apel gabungan yang dilaksanakan tersebut, bukanlah sekedar acara rutinitas dan seremonial belaka. Akan tetapi, harus dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan motivasi semangat untuk bekerja dan mengabdi serta berkarya bagi kemajuan Kota Lhokseumawe.
Selain itu, apel ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan rasa tanggungjawab terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat kota lhokseumawe guna mewujudkan  masyarakat yang adil dalam kemakmuran serta makmur dalam keadilan, terang Nazaruddin. (muchlis)


Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026