Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Selatan Junaidi SP di sela-sela kegiatan tanam padi perdana di Gampong (desa) Tutong, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Minggu mengatakan, jika target ini akan terealisasi diyakini daerah ini akan surplus padi.
Disebutkan, areal seluas 19.880 hektare itu tersebar di 18 Kecamatan mulai dari Labuhan Haji Barat sampai Trumon Timur.
"Program ini merupakan rangkaian atau tindaklanjut dari kegiatan gerakan tanam serentak padi dan palawija yang telah dicanangkan oleh Pemkab Aceh Selatan pada April 2014," katanya.
Kegiatan tanam padi perdana juga dihadiri Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra, Wakil Bupati Kamarsyah, unsur Muspida, Kepala Kantor BPS, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, pejabat Muspika Labuhan Haji Barat, dan Ketua Kelompok Tani se Labuhan Haji Raya.
Junaidi mengatakan, sebelum pelaksanaan tanam padi serentak pada musim tanam 2014/2015, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi pola tanam serentak pada tanggal 24 April 2014, dan dilanjutkan dengan sosialisasi pola tanam serentak pada tanggal 7 Mei 2014 di Tapaktuan yang dihadiri seluruh pejabat terkait seperti Camat, Kepala BPP, mantri tani, penyuluh pertanian.
"Kita menargetkan bahwa dengan telah terlaksananya penanaman padi secara serentak di atas lahan seluas 19.880 hektare, maka akan terealisasi sasaran atau target produksi gabah sebanyak 84.788 ton," sebutnya.
Menurut Junaidi, jika target produksi gabah 84.788 ton tersebut benar-benar akan terealisasi maka pihaknya optimis tahun 2014 ini Kabupaten Aceh Selatan akan surplus gabah, untuk mengangkat dan menyejahterakan perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Untuk sasaran tanam seluas 19.880 hektare tersebut, ada yang dilaksanakan melalui kegiatan SLPTT Bansos sumber dana APBN 2014 seluas 17.000 hektare dan selebihnya seluas 2.880 hektare, diharapkan dari swadaya masyarakat," papar Junaidi.
Dia menyebutkan, realisasi progres program penanaman padi secara serentak sampai saat ini telah mencapai 11.109 hektare atau 56,51 persen, sedangkan sisanya seluas 8.771 hektare lagi sedang dalam proses.
Junaidi menambahkan, dalam upaya untuk meningkatkan produksi padi tersebut, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti, optimalisasi lahan seluas 399 hektare melalui sumber dana Otsus tahun 2014 dan pembangunan saluran irigasi untuk 1.000 hektare yang sumber dananya dari APBN serta pembangunan Jaringan Irigasi Perdesaan (Jides) sumber dana DAK di 20 titik lokasi seluruh Aceh Selatan.
"Selain itu, dalam rangka meningkatkan produksi padi, kami juga telah menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi penanaman budidaya padi dengan sistem jajaran 'Legowo', bertujuan meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir," jelas Junaidi.
Bupati Sama Indra mengatakan salah satu misinya dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) yaitu memperkuat ekonomi kerakyatan dengan memaksimalkan dunia usaha dan lembaga keuangan yang saling berkontribusi dan mendukung pembangunan ekonomi Kabupaten Aceh Selatan dan memproduktifkan kembali lahan-lahan terlantar untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Menurut Bupati, dari total lahan sawah di Kabupaten Aceh Selatan yang mencapai 19.880 hektare, maka jika dilihat dari sistem pengairannya, lahan sawah tadah hujan mencapai 8.475 hektare dan lahan sawah irigasi seluas 11.806 hektare.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sama Indra mengangkat materi pidatonya dengan tema "jangan malas" yang maknanya adalah ia berpesan kepada seluruh masyarakat setempat agar jangan jadi orang pemalas asyik berpangku tangan saja di rumah.
"Sebab akhir-akhir ini saya lihat cukup banyak petani kita sudah malas-malasan turun ke sawah, dikarenakan telah adanya pembagian beras murah (Raskin). Saya minta ke depannya jangan lagi terlalu berharap terhadap beras Raskin, kita semua harus giat bekerja keras untuk bertani seperti orang tua kita dahulu kala, kita tidak boleh berharap sama orang," pesan Bupati.
Di samping itu, Bupati Sama Indra juga berharap kepada pihak dinas teknis terkait agar ke depannya, harus bersinergi dalam membangun dan mengembangkan program pembangunan sektor pertanian.
"Saya berharap Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di setiap kecamatan dapat menjadi pusat informasi bagi kelompok tani, bukan hanya berfungsi sebagai kantor bagi para penyuluh pertanian," tegas Bupati Sama Indra.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.