"Berbagai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan proyek pembangunan di berbagai wilayah. Ada proyek Otsus dan APBA 2014 yang hingga kini belum teken kontrak," katanya disela-sela meninjau pembangunan Masjid Raya Keumala, Pidie, Selasa.
Gubernur bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh meninjau sejumlah proyek pembangunan yang bersumber dari otsus dan APBA 2014 di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Zaini Abdullah juga mengakui masih ada proyek otsus dan APBA yang realiasasinya masih rendah, selain juga sudah dikerjakan sesuai target di beberapa daerah itu .
"Yang sudah kita lihat mulai dari Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya hingga Pidie sudah sesuai target, tapi banyak juga yang belum terealisasi terutama masalah kontraknya yang belum diteken," katanya menegaskan.
Gubernur menyatakan belum ditekennya kontrak terhadap proyek itu merupakan sesuatu yang fatal karena merugikan masyarakat.
Menurut Zaini, salah satu SKPA yang dinilai belum memberi kontribusi positif atas pelaksanaan proyek pembangunan 2014 di lapangan yakni Dinas Pendidikan.
"Kita perlu mencari tahu dimana hambatan sehingga proyek itu belum diteken. Perlu diketahui agar ada jalan keluarnya. Ini sesuatu yang fatal bagi rencana pembangunan," kata gubernur menambahkan.
Kedepann Zaini mengatakan tidak boleh lagi ada proyek yang terlambat, apalagi kontraknya belum diteken sementara tahun anggaran hampir berakhir. Mulai awal tahun, semua proyek pembangunan dilakukan evaluasi.
Pewarta : Azhari
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.