"Aceh perlu tingkatkan mutu guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Kepala Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PKn dan IPS) Kemendikbud itu di Banda Aceh, Jumat.
Hal tersebut disampaikan disela-sela menghadiri pembukaan pelatihan instruktur ToT lanjutan bidang studi IPS SD, SMP dan Ekonomi SMA.
Guru harus dilatih baik melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan, misalnya dengan belajar mandiri, buku di perpustakaan atau di dunia maya (internet), kata Sumarno.
Dijelaskan, guru merupakan faktor kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk Aceh karena guru akan menghasilkan lulusan berkualitas dari jenjang SD, SMP, SMA maupun SMK.
"Siswa bisa lulus dengan baik jika proses belajar mengajar, guru dapat memberikan pelajaran dengan baik," katanya.
Sumarno menambahkan, guru menjadi sektor yang sentral, karena itu juga dituntut untuk benar-benar berkompeten. Dalam undang-undang disebutkan guru harus mempunyai kompetensi sosial, kepribadian, metodelogi dan kompetensi profesional.
"Nanti juga akan diukur bagaimana guru meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Guru harus dilatih melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan," kata dia menjelaskan.
Dipihak lain, ia mengapresiasi upaya Pemerintah Aceh dalam mengembangkan mutu guru, misalnya dengan mengirim tenaga pengajar untuk dilatih di luar negeri, seperti di Jerman, Malaysia hingga ke Australia.
Selain itu juga kerja sama dengan perguruan tinggi dan badan diklat berkompeten. "Harapan kita agar guru akan menguasai kualitasnya yang akhirnya mutu lulusan siswa benar-benar berkompeten," kata Sumarno menjelaskan.
Pewarta : Azhari
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.