"Degradasi moral pada usia peserta didik saat ini, tidak terlepas dari melemahnya indentitas kebudayaan yang ada dalam masyarakat," .kata anggota senator asal Aceh itu di sela-sela kunjungannya ke arena pameran pembangunan Kota Lhokseumawe 2014 di Lhokseumawe, Minggu.
Ia mengatakan, berbagai tindakan yang mengacu pada keresahan sosial dan masyarakat diakibatkan oleh memudarnya nilai-nilai budaya bangsa.
Padahal budaya bangsa yang ada di tiap daerah, memiliki nilai-nilai luhur serta mengajarkan kepada kebaikan dan bersikap toleransi terhadap sesama, sehingga dengan adanya pendidikan kebudayaan lokal yang menjadi bagian dari kurikulum nasional, dapat mendidik peserta didik dengan karakter kebangsaan.
Oleh karena itu, pendidikan kebudayaan lokal yang ada di tiap daerah harus dimasukkan dalam kurikulum pendidikan nasional. Pendidikan kebudayaan lokal dimaksud, disesuaikan menurut daerah masing-masing.
"Misalnya, untuk daerah Aceh, maka dimasukkan pendidikan kebudayaan Aceh juga disekolah yang diatur dalam kurikulum nasional. Begitu juga di daerah lain di Indonesia, juga dilakukan hal yang sama. Hal ini penting dilakukan, agar generasi muda mengenal budaya bangsanya sendiri yang mengajarkan sikap toleransi, saling membantu dan benci permusuhan," ujar mantan komedian Aceh "Haji Uma" itu.
Bahkan, dalam upaya menghidupkan kembali budaya dan kearifan lokal sebagai kekayaan bangsa, sangat diharapkan nantinya dalam satu hari setiap minggunya kepada siswa diwajibkan berbahasa daerah setempat. Begitu juga dengan pakaian adat juga diberlakukan hal yang sama.
Sebagai salah satu anggota Komite III DPD RI yang membidangi masalah pendidikan itu juga mengatakan, hal tersebut merupakan program yang akan diusulkan untuk diterapkan pada masa mendatang, sehingga kepulangan Sudirman ke daerah pemilihannya, adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melakukan observasi terkait rencana dimaksud.
Terkait masalah penyiksaan yang dilakukan anak-anak terhadap sesamanya, sebagaimana akhir-akhir ini yang beredar videonya di dunia maya, menurut Sudirman adalah sebagai salah satu dampak negatif akibat tidak dipahaminya nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Maka dari itu, keharusan memasukkan budaya dan kearifan lokal dalam kurikulum nasional sudah menjadi kebutuhan dan harus diterapkan, sehingga melahirkan generasi-generasi yang berkarakter yang baik dimasa mendatang, jelas Sudirman.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.