Aceh Timur (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Timur menyatakan 36 pasien yang terpapar COVID-19 di daerah itu kini masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit.

"Sebanyak 36 pasien yang dirawat tersebut 23 di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah, dua dirawat di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe, dan 11 pasien dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh Timur Edy Gunawan di Aceh Timur, Senin.

Edy Gunawan mengatakan bahkan di rumah sakit RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur juga merawat kasus konfirmasi asal Kabupaten Aceh Tamiang. Pasien asal kabupaten tetangga tersebut awalnya berkunjung dan bertamu ke kerabatnya di Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (21/5). 

Sehari kemudian yang bersangkutan mengalami penurunan kesehatan dan mengalami demam dan menggigil. Lalu pihak keluarga membawa untuk berobat ke RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur. 

"Melihat kondisi kesehatan yang semakin menurun, lalu petugas medis melakukan swab antigen dan swab test PCR. Hasilnya dinyatakan positif terpapar COVID-19 Aceh Timur," kata Edy Gunawan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur Sahminan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta tetap memakai masker ketika keluar rumah guna mencegah penularan COVID-19. 

"Menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta memakai masker adalah langkah memutuskan mata penyebaran wabah COVID-19. Kami berharap masyarakat patuh terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan wabah ini," kata Sahminan. 

Selain mematuhi protokol kesehatan, tim gabungan yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Aceh Timur melakukan pengawasan terhadap kafe di Kota Idi karena dinilai sumber kerumunan.

“Bukan hanya kafe, tapi seluruh sumber kerumunan akan jadi sasaran kami seperti lokasi wisata,” kata Ketua Bidang Penindakan Satuan Tugas Penanggulangan dan Penanganan COVID-19 Aceh Timur Teuku Amran.

Teuku Amran mengatakan pihaknya tidak melarang masyarakat mendatangi objek wisata, namun setiap pengunjung harus mematuhi aturan dan kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah COVID-19.

“Kami juga melakukan tes usap antigen terhadap pengunjung secara acak. Jika di antara pengunjung dengan hasil reaktif, maka akan dilakukan tes usap PCR. Jika positif, maka harus menjalani isolasi mandiri di rumah,” pungkas Teuku Amran.
 

Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026