Tapaktuan, 15/1 (Antaraaceh) - Masyarakat yang merada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Kluet, Kecamatan Kluet Raya, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, mulai cemas, karena rumahnya terancam amblas, akibat erosi yang cukup berat.
Pasalnya, peristiwa banjir beberapa minggu lalu, 14 rumah penduduk di Desa Koto Indarung, Kecamatan Kluet Tengah rusak akibat tergerus arus.
“Tidak hanya itu, ratusan meter daratan di Desa Gunung Pudung, Kluet Utara, tergerus menjadi sungai, kini beberapa gampong di bibir sungai juga terancam karam,” kata Zulpandi, Ketua Satuan Pemuda Manggamat (Sapama), di Koto Menggamat, Kamis.
Menurutnya, saat ini warga didera kecemasan, karena mengkhawatirkan tiba-tiba arus deras disertai banjir datang pada waktu warga sedang tidur, hal itu bisa memakan korban jiwa.
Zulpandi menerangkan, 14 rumah yang porakporanda akibat diterjang air deras, belum ada penanganan serius, demikian juga dengan bantuan masih tergolong minim.
Karenanya pihaknya meminta Formas-PB untuk menyosialisasikan hal ini, agar rumah warga yang tertimpa musibah banjir juga mendapat perhatian semua pihak.
Di lain tempat Kepala Desa Gunung Pudung, Kecamatan Kluet Utara,  Zainuddin mengatakan empat desa di DAS Krueng Kluet terancam hanyut. Tidak hanya itu irigasi Gunung Pudung turut terancam karena daratan terus digerus air, jika pemerintah tidak membangun tanggul pengaman tebing.
“Karenanya kami mohon pemerintah segera turun tangan sebelum musibah besar melanda penduduk,” katanya yang didampingi tokoh masyarakat setempat.
Menurut Zainuddin, empat desa dimaksud adalah Desa Gunung Pudung, Ruak, Gampong Tinggi dan Gampong Paya dengan jumlah penduduk empat desa tersebut sebanyak 5.000 jiwa.
Kata dia, sejauh lima ratus meter daratan telah tergerus air Sungai Krung Kluet.
Pengakuan Zainuddin, pihaknya telah berulang kali menyampaikan kepada Pemkab Aceh Selatan agar dibangun tanggul pengaman. Tapi hingga saat ini belum ada tanggapan maupun respon positif dari Pemkab Aceh Selatan maupun Pemprov Aceh.
Kepada wartawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma menyebutkan, pihaknya sudah memfolow-up usulan masyarakat tersebut ke Pemprov Aceh hingga ke pusat.
“Sejauh ini belum turun kebijakannya, kita berharap pihak BPBA dan Kementerian PU merealisasikan penanggulangan erosi Sungai Krueng Kluet.
"Bapak Bupati sendiri sudah membicarakan persoalan ini secara serius dengan Kementrian PU,” kata Cut Syazalisma.


Editor : Antara Aceh

COPYRIGHT © ANTARA 2026