Meulaboh (ANTARA Aceh) - Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat membantah adanya upaya mempersulit dua siswa SMKN 3 Meulaboh yang berstatus terpidana untuk mengikuti ujian nsional, 13-15 April 2015.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Muslem Raden di Meulaboh, Minggu mengatakan, kedua siswa yang kini menyisakan 10 hari lagi masa tahanan kurungan penjara tersebut sudah bisa mengikuti UN bersama dengan rekan satu sekolahnya.

"Semua proses administrasi kedua siswa ini sudah selesai, nomor peserta ujian juga sudah ada setelah kita usulkan ke panitia UN provinsi. Dalam hal ini tidak ada upaya mempersulit dan menutup-nutupi informasi bahkan kita serius agar mereka dapat ikut," katanya.

Keluarga kedua siswa terpidana SI (18) dan Ak (18) sudah menerima kartu peserta ujian nasional SMK tahun pelajaran 2014/2015, nomor peserta yang ditanda tangani kepala SMKN 3 Meulaboh Mega Handriyana tersebut dikeluarkan di Banda Aceh tanggal 3 Februari 2015.

Sementara keterangan pihak sekolah selama ini menyebutkan nama kedua siswa tersebut tidak diusulkan pada UN karena sudah dikeluarkan secara tidak hormat oleh sekolah karena tertangkap mencuri sehingganya dicoret dari peserta UN pada sekolahnya.

Kata Muslem Raden, sementara pihak dinas sejak mengetahui kondisi kedua siswa tersebut mempersiapkan administrasi yang dimintakan panitia UN Provinsi Aceh agar keduanya tetap diikutsertakan pada UN 2015.

"Kalau teman-teman media, orang tua siswa tidak membangunkan saya mungkin keduanya tidak bisa ikut UN tahun ini, karena mereka tidak bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS), nilai UAS kan salah satu persyaratan, karena itu sudah kita berikan remedial di Lapas Kelas II-B Meulaboh," jelasnya.

Lebih lanjut Muslem mengatakan, bergelutnya persoalan tersebut karena mis komunikasi sebab dirinya pada saat itu masih dalam perawan karena mengalami kecelakaan, sehingga apapun kebijakan sekolah ataupun dinas tidak sampai kepada dirinya.

Mendengar adanya dua sekolah SMKN 3 Meulaboh yang berada dalam tahanan tidak diberikan kesempatan ikut UN tahun ini dirinya turun tangan secara koperatif memanggil semua pihak yang bertangung jawab, baik kepala sekolah serta orang tua siswa itu.

Menurut Muslem terpenting saat ini kedua siswa tersebut sudah dapat diikut sertakan dalam UN sehingga upaya dan perjuangan keluarga anak tersebut tidak sia-sia karena juga mendapat respon positif dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan.

"Begini, kita yang penting hari ini adalah kedua siswa tersebut sudah bisa ikut, yang kemarin tidak bisa ikut UAS sudah diberikan remedial langsung di LP Meulaboh, artinya dia besok sudah boleh ikut UN bersama karena sudah sesuai ketentuan dan persyaratan," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026