Meulaboh (ANTARA Aceh) - Komandan Kodim 0105 Aceh Barat, Provinsi Aceh Letkol Jaka Sutanta menyatakan optimistis tercapainya program ketahanan pangan nasional karena keberhasilan upaya khusus (Upsus) di daerah itu.

"Pada dasarnya kerja sama TNI-AD dan Kementrian Pertanian sampai ke level Dinas Pertanian Aceh Barat ini punya targetnya IP 2, artinya dua kali tanam dan dua kali panen dalam setahun, namun saat mencapai tiga kali panen dan tiga kali tanam, ini pencapaian Upsus yang luar biasa," katanya di Meulaboh, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri pertemuan penguatan koordinasi dan evaluasi pencapaian target Upsus kedaulatan pangan Kabupaten Aceh Barat 2015 dalam rangka program "Gerakan Nasional Ayo Kerja" 70 tahun Indonesia Merdeka.

Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Aceh Barat Rahmad Fitri HD, dihadiri Danramil, Babinsa, ketua kelompok tani, BPS, Bulog, serta unsur muspida dan muspika yang berperan mengsukseskan program ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

Dandim Letkol Jaka Sutanta menegaskan, untuk target produktivitas dan luas area tanam pertanian haruslah sinergi sesuai jumlah disepakati dan harus dicapai secara bersama-sama.

"Peran TNI dari komando atas sampai kebawahan melakukan pendampingan terhadap petani, memberi bantuan apa yang dapat diupayakan demi tercapainya program bersama pemerintah terwujudnya kedaulatan pangan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Aceh Barat T Zainal Abidin menambahkan, untuk realisasi produktivitas tanaman padi hingga Juli 2015 tercapai 131,4 ribu ton dengan luas tanam 25.554,75 hektare dengan produksi 5,4 ton/hektare.

"Artinya dengan penguatan koordinasi dan evaluasi pencapaian upsus hari ini kita sudah memiliki rencana dan strategi untuk pencapaian yang belum 100 persen terwujud segera," katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan luas tanam hingga panen gadu ini seluas 27.100 hektare, artinya dari pencapaian sudah terealisasi 94,22 persen, hanya tersisa 1.565,25 hektare untuk dikejar.

Namun demikian instansi teknis ini optimis setalah panen gadu ini masyarakat petani akan turun kesawah mengejar target tiga kali panen dalam setahun, sementara ada sebagian kawasan memang sudah dapat melakukan tiga kali panen diprediksi sampai Desember 2015.

"Seluruh petani pada September 2015 sudah tuntas semua panen, artinya kita genjot untuk turun kesawah lagi untuk tercapai tiga kali panen pada musim rendengan selanjutnya,"katanya menambahkan.

Apabila target tersebut tercapai, maka untuk percepatan musim tanam pasca panen akan segera didistribusikan bantuan berupa pupuk dan bibit kepada masyarakat tani yang sudah tergabung dalam kelomok tani (gapoktan).



Pewarta: Pewarta : Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026